Industri halal kini semakin meluas, tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman. Sektor pariwisata halal menjadi salah satu bidang yang menjanjikan secara global.
Banyak negara mulai menghadirkan fasilitas ramah bagi pelancong Muslim. Rusia menjadi salah satu negara yang melihat potensi besar dalam ekosistem tersebut.
>>> OJK Catat Piutang Multifinance April 2026 Tumbuh 2,08 Persen
Negara beruang merah itu mulai memperkuat ekosistem wisata ramah Muslim. Langkah ini merupakan strategi untuk memikat wisatawan internasional.
Komitmen tersebut akan dipromosikan dalam Let's Travel International Tourism Forum di Moskow. Acara itu dijadwalkan berlangsung pada 10-14 Juni 2026.
>>> Tiga Bintang Argentina Absen Lawan Honduras karena Masalah Fisik
Direktur forum, Vladimir Zatynayko, mengatakan tren wisata ramah Muslim sedang mendapat momentum besar. Rusia, sebagai negara multinasional dan multiagama, berkomitmen memastikan kenyamanan setiap pengunjung.
"Karena negara kami multinasional dan multiagama, kami akan memperlakukan setiap agama dengan hormat.
Setiap pelancong dapat menemukan apa pun yang mereka butuhkan di stan ini," kata Zatynayko di sela-sela SPIEF 2026, Sabtu, 6 Juni 2026.
>>> Jadwal KRL Jogja Solo 7 Juni 2026: 16 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Pengembangan sektor ini menjadi peluang bagi Rusia untuk memperluas pasar pelancong internasional. Langkah strategis ini juga menjadi media untuk memperkenalkan keragaman budaya dan wilayah Rusia.
Potensi Pasar Pariwisata Halal Global
Data Future Market Insight Inc. menunjukkan sektor pariwisata halal global memiliki nilai sangat besar. Sektor ini bernilai USD 320,3 miliar pada tahun 2026.
>>> Argentina Tekuk Honduras 2-0 dalam Laga Uji Coba Pemanasan Piala Dunia
Nilai pasar tersebut diperkirakan melonjak hingga USD 579,0 miliar pada tahun 2036. Pertumbuhan sektor wisata ramah Muslim diproyeksikan dengan CAGR sebesar 6,1 persen.