Jessica Kent-Hazledine, seorang ibu asal Inggris, mengalami kehilangan penglihatan secara mendadak pada kedua matanya. Kondisi itu terjadi dalam waktu dua minggu setelah ia melahirkan anak keduanya.
Ia didiagnosis menderita optic neuritis, yaitu peradangan pada saraf optik. Awalnya, mata kirinya yang terkena dan ia kira hanya akibat kelelahan serta kurang tidur.
>>> Ukraina Serang St Petersburg dengan Ratusan Drone, Bandara Terganggu
Namun, penurunan fungsi penglihatan dengan cepat menjalar ke mata kanan. Jessica pun segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Saya baru saja menjadi ibu, dan kurang tidur. Tapi saya pikir sebaiknya memeriksakan dan tiba-tiba saya harus menjalani MRI darurat dan tes darah.
Semuanya sangat menakutkan, saya membayangkan hal terburuk,” ujar Jessica, seperti dikutip dari Independent.
Pemeriksaan darurat dilakukan karena kekhawatirannya terhadap kemampuan mengasuh bayi. “Ketika penglihatan di mata kanan juga hilang, saya sangat ketakutan.
>>> Google Luncurkan Fitur Fake Call Detection untuk Deteksi Panggilan Penipuan AI
Saya pikir saya tidak akan bisa melihat bayi saya tumbuh dewasa,” katanya.
Penanganan dengan Donor Plasma
Tim medis dari NHS South West mengidentifikasi gangguan peradangan saraf optik tersebut. Meski diagnosis awal belum pasti, mereka mencurigai optic neuritis.
Jessica menjalani prosedur donor plasma sebanyak lima kali. Plasma darahnya diganti dengan plasma donor untuk menghentikan serangan antibodi yang merusak lapisan pelindung serabut saraf mata.
>>> Vicente Pizarro Optimistis Timnas Cile Bangkit Jelang Lawan Portugal
“Setelah tindakan kelima, saya merasa hampir kembali seperti diri saya sendiri, rasanya seperti sihir,” kata Jessica.
Penglihatannya kini jauh lebih baik.
“Saya masih mengalami sedikit penglihatan kabur di separuh mata kiri, tetapi saya dapat merawat putra saya dan menjalani kehidupan mandiri,” tambahnya.
Menurut National Library of Medicine, optic neuritis menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak dan nyeri mata. Kondisi ini sering menjadi indikator awal penyakit demielinasi.
>>> Komisi Yudisial Terima 592 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim
Studi tahun 2024 dalam Indian Journal of Ophthalmology menyebut varian optic neuritis laktasi sebagai kasus langka pasca-persalinan. Hal itu dipicu perubahan imunologis dan penurunan hormon pelindung.