Militer Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah St. Petersburg, Rusia, pada Sabtu (06/06/2026). Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin menolak pembicaraan damai.
Serangan menyebabkan kebakaran di fasilitas Kementerian Pertahanan Rusia. Bandara komersial terbesar kedua di Rusia juga terganggu operasionalnya selama beberapa jam.
>>> Vicente Pizarro Optimistis Timnas Cile Bangkit Jelang Lawan Portugal
Pertahanan Udara Rusia dan Evakuasi
Pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menembak jatuh 144 drone di wilayah Leningrad. Kebakaran akibat serangan memicu evakuasi sebagian penduduk di distrik Lomonosovsky.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan tersebut. Ia mengatakan targetnya adalah gudang senjata Angkatan Laut Rusia dan Kronstadt.
>>> Komisi Yudisial Terima 592 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim
Zelenskyy juga menyebut sebuah depot minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, menjadi sasaran serangan udara. Informasi ini disampaikan melalui media sosialnya.
Pangkalan angkatan laut Kronstadt di Pulau Kotlin ditutup sementara untuk lalu lintas. Wilayah Leningrad, yang merupakan pusat ekspor komoditas utama, belum melaporkan kerusakan infrastruktur pelabuhan.
Serangan ini terjadi setelah Putin menegaskan penolakannya terhadap usulan pertemuan dan negosiasi damai. "Saya tidak melihat gunanya," kata Putin dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.
>>> Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton
Forum tersebut sebelumnya juga sempat terganggu akibat serangan drone Ukraina ke terminal minyak.
Di sisi lain, serangan militer Rusia ke Ukraina dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 12 warga sipil dan melukai lebih dari 70 orang.
>>> Apple Dikabarkan Hapus Dukungan iOS 27 untuk iPhone 11 dan SE 2
Gubernur Vadym Filashkin melaporkan enam orang tewas di wilayah Donetsk. Gubernur Oleksandr Prokudin mengonfirmasi enam korban jiwa lain dan 27 korban luka di wilayah Kherson.