Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan 2026 membantu peserta JKN memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit tidak menular (PTM) secara mandiri.
Peserta minimal berusia 15 tahun dapat mengetahui potensi risiko diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gangguan ginjal kronis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
>>> Aktor Cina Jin Ze Meninggal Dunia di Hangzhou pada Usia 33 Tahun
Persiapan Sebelum Skrining
Pastikan Anda memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
Siapkan perangkat ponsel atau komputer dengan koneksi internet.
Jika memilih jalur aplikasi, unduh aplikasi Mobile JKN dari Play Store atau App Store.
Data pribadi terkini seperti berat badan, tinggi badan, nomor telepon, dan kontak keluarga juga diperlukan.
Pengisian data dan jawaban pertanyaan harus akurat sesuai kondisi kesehatan sebenarnya agar hasil penilaian risiko valid.
Cara Skrining Melalui Website Resmi
Buka website skrining BPJS Kesehatan.
Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
Isi tanggal lahir dan kode captcha yang tersedia.
>>> Jadwal KA Bandara YIA 6 Juni 2026: Rute Reguler dan Xpress
Klik menu Cari Peserta, lalu pilih Setuju.
Lengkapi data pribadi seperti berat badan, tinggi badan, tingkat pendidikan, nomor telepon, dan kontak keluarga.
Jawab seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi dan riwayat kesehatan.
Klik tombol Simpan setelah seluruh data terisi.
Cara Skrining Lewat Aplikasi Mobile JKN
Login menggunakan akun yang telah terdaftar di aplikasi Mobile JKN.
Pilih menu Lainnya pada halaman utama.
Klik fitur Skrining Riwayat Kesehatan.
Pilih anggota keluarga yang akan melakukan skrining.
>>> Bea Cukai Tagih Denda Rp97 Miliar ke Tiffany & Co
Setujui syarat dan ketentuan yang muncul.
Lengkapi data diri yang diminta.
Jawab seluruh pertanyaan sesuai kondisi kesehatan sebenarnya.
Hasil skrining akan langsung ditampilkan di aplikasi.
Alternatif Skrining Offline
Bagi peserta yang mengalami kendala akses internet atau kurang familiar dengan layanan digital, skrining tetap dapat dilakukan secara langsung di puskesmas, klinik, atau dokter keluarga yang bekerja sama.
Cukup bawa e-KTP atau kartu BPJS Kesehatan.
Layanan skrining riwayat kesehatan ini dapat dilakukan satu kali setiap tahun oleh setiap peserta JKN.
Setelah Skrining Selesai
Sistem akan menampilkan hasil skrining yang berisi informasi tingkat risiko terhadap beberapa penyakit, termasuk diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
>>> Gamba Osaka vs Tokyo Verdy: Leg Kedua Final J1 League 2026
Apabila hasil menunjukkan risiko tinggi, peserta akan mendapatkan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar.