Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan 2026 memungkinkan peserta JKN mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
Layanan ini bisa dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
>>> World Bank Desak Indonesia Tingkatkan Penerimaan Negara
Persiapan Sebelum Skrining
Pastikan Anda menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu BPJS Kesehatan. Siapkan juga data pribadi seperti tinggi badan, berat badan, nomor telepon, dan kontak keluarga.
Untuk metode aplikasi, pastikan aplikasi Mobile JKN sudah terpasang di ponsel. Koneksi internet yang stabil juga diperlukan.
Skrining Lewat Website Resmi
Kunjungi halaman skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan di situs resmi. Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan, lalu isi tanggal lahir dan kode keamanan (captcha).
>>> Presiden Joseph Aoun: Lebanon di Persimpangan Jalan Krusial
Klik tombol "Cari Peserta" dan pilih "Setuju" untuk melanjutkan. Lengkapi data pribadi seperti tinggi badan, berat badan, tingkat pendidikan, nomor telepon, dan kontak keluarga.
Jawab seluruh pertanyaan mengenai riwayat dan kondisi kesehatan. Klik "Simpan" untuk menyelesaikan proses skrining.
>>> PT MForce Indonesia Luncurkan Tiga Motor Baru di Jakarta Fair 2026
Skrining Lewat Aplikasi Mobile JKN
Unduh aplikasi Mobile JKN dari Google Play Store atau App Store. Login menggunakan akun yang sudah terdaftar, lalu pilih menu "Lainnya" pada halaman utama.
Klik fitur "Skrining Riwayat Kesehatan" dan pilih data peserta yang akan melakukan skrining. Setujui ketentuan layanan, lalu lengkapi informasi kesehatan sesuai kondisi sebenarnya.
Jawab semua pertanyaan hingga selesai. Hasil skrining akan muncul secara otomatis di aplikasi.
>>> Samsung Siapkan Galaxy A27 dengan Snapdragon 6 Gen 3 dan Kamera 50MP OIS
Pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi kesehatan sebenarnya agar hasil analisis akurat. Skrining juga bisa dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai metode alternatif.
