⌂ Beranda News Danilla Riyadi Rilis Album Candramawa, Sempat Ingin Berhenti Bermusik

Danilla Riyadi Rilis Album Candramawa, Sempat Ingin Berhenti Bermusik

Danilla Riyadi Rilis Album Candramawa, Sempat Ingin Berhenti Bermusik
Danilla Riyadi merilis album Candramawa
A A Ukuran Teks16px

Peluncuran album studio keempat bertajuk Candramawa menjadi penanda kembalinya Danilla Riyadi ke industri musik.

Karya terbaru penyanyi dan penulis lagu ini resmi mengudara di platform musik digital pada Jumat, 5 Juni 2026.

>>> Ketidakpastian Global: Kelompok Rentan Paling Terdampak

Album Candramawa merangkum delapan trek yang mengisahkan perjalanan manusia menghadapi luka dan ketakutan masa lalu untuk berdamai dengannya.

Namun, proses kreatif di balik album ini menyimpan cerita personal mendalam bagi sang musisi.

Musisi yang kini berusia 35 tahun itu mengaku sempat berada di titik jenuh berat. Rasa lelah yang sulit dijelaskan membuatnya mempertimbangkan untuk menyudahi karier bermusik secara total.

Pengakuan emosional ini disampaikan Danilla saat menjadi bintang tamu dalam episode terbaru siniar Shindu's Scoop. Ia mengungkapkan keinginan untuk berhenti bermusik terus membayangi selama proses penggarapan album.

"Gue kalau boleh jujur ya, di dunia musik yang bisnis, sebenarnya ada sih rasa gue kayak, 'Aduh, gue capek deh pengen berhenti'," ujar Danilla.

Sebelum mengambil keputusan besar, pelantun hit "Berdistraksi" ini ingin menyelesaikan satu karya terakhir yang digarap tanpa beban.

"'Tapi sebelum berhenti, gue mau bikin dulu deh terakhir nih, buat senang-senang aja'.

Next-nya mungkin gue kalau bikin lagu, gue pengin bikin lebih senang-senang lagi yang emang, 'Ah, bodo amat.'

Mungkin gue tiba-tiba rilis aja, terus kayak cuma jadi archiving gue doang," lanjut Danilla.

>>> Banyak Game Besar Hindari November 2026 demi Jauhi GTA 6

Keputusan untuk berhenti sempat dibicarakan serius bersama dua sahabat sekaligus produsernya, Lafa Pratomo dan Otta Tarrega. "Awalnya ada mikir kayak gitu.

Enggak tahu kenapa tiba-tiba ada titik yang kok gue capek banget ya. Bahkan gue juga udah bilang ke Lafa, 'Fa, gue kayaknya pengin berhenti deh'.

Terus Otta juga kayak, 'Ci, jangan Ci'," tutur Danilla.

Secara teknis, pengerjaan album Candramawa memakan waktu dua tahun, sementara proses kreatifnya berjalan hampir tiga tahun. Selama periode panjang tersebut, niat mundur terus muncul secara berulang.

"Selama tiga tahun ini, gue tuh udah selalu berpikir kayak, 'Gue berhenti ah, gue berhenti ah, gue malas ah, gue berhenti.'

Nggak tahu kenapa," ungkap Danilla.

Kendati niatnya sudah bulat, Danilla selalu mengurungkan keputusan setelah mendapat apresiasi spontan dari penggemar yang disebut Penelisik saat bertemu di jalan.

"Tapi tiap kali ada pemikiran kayak gitu, lagi jalan gitu tiba-tiba ada aja orang kayak, 'Cici! Aku senang dengerin lagu Cici'.

>>> Menkeu Purbaya Tanggapi Kenaikan Bunga Penempatan Dana Pemerintah di BI

Gue nggak tahu sih kalau gue bikin lagu baru mereka dengar atau nggak, tapi gue mau mikirin mereka loh gitu.

Akhirnya nggak jadi," ujar Danilla.

Kehadiran dan dukungan emosional para Penelisik diakui Danilla menjadi faktor terbesar yang membuatnya bertahan.

"Ada aja yang giliran gue udah bulat nih, kayak udah mau bulat sempurna untuk berhenti, selalu ada aja orang yang datang ke gue.

Mungkin salah satu alasan gue nggak berhenti bermusik adalah orang-orang itu sih," kata Danilla.

Kolaborasi Musisi dan Persembahan untuk Gusti Irwan Wibowo

Dalam merancang fondasi musik album Candramawa, Danilla kembali bekerja sama dengan Lafa Pratomo dan Otta Tarrega sebagai produser, penulis lirik, hingga aransemen.

Sejumlah musisi ternama juga dilibatkan sebagai kolaborator vokal, seperti Bilal Indrajaya, hara (proyek solo Rara Sekar), dan Sandrayati.

Sektor instrumen diisi oleh Enrico Octaviano, Bembi Gusti, dan Edward Manurung pada drum, Billy Saleh pada gitar, serta Iskandar pada bass.

Nuansa emosional kuat dihadirkan pada trek ketujuh bertajuk "Dasawarsa". Lagu ini menjadi persembahan khusus karena melibatkan sumbangsih mendiang musisi Gusti Irwan Wibowo yang bertindak sebagai co-producer.

>>> Komunitas Free Fire Wajib Waspada Bahaya Penawaran Akun Gratis

Sebelum berpulang, almarhum Gusti Irwan Wibowo sempat merekam departemen suara ukulele, synthesizer, dan mengisi vokal latar untuk lagu tersebut.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru