Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) milik PT Graha Segara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk mencari solusi atas penumpukan ribuan kontainer yang mengganggu pasokan bahan baku industri.
>>> Militer AS Berhasil Tangkis Serangan Rudal dan Drone Iran di Teluk Persia
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama turut mendampingi Menteri Keuangan dalam peninjauan tersebut.
Masalah ini teridentifikasi setelah muncul laporan mengenai ribuan dokumen dan kontainer yang tertahan di pelabuhan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 3.000 berkas dokumen yang terkait langsung dengan 3.100 kontainer yang belum bisa keluar dari pelabuhan.
Purbaya mengatakan, sebagian pengusaha sudah mengeluh adanya gangguan suplai barang bahan baku dan dwelling time yang meningkat.
Pemerintah bergerak cepat dengan melakukan perbaikan sistem. Volume dokumen yang mengantre kini telah menurun dari 3.000 menjadi 2.500 berkas.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa langkah akselerasi harus terus berjalan hingga kondisi operasional kembali normal.
>>> IHSG Anjlok 35,30% Sepanjang 2026, Menkeu Sebut karena Persepsi Negatif
"Tadi saya tanya masalahnya apa, ada beberapa masalah. Pertama, peningkatan jumlah barang masuk sehingga prosesnya lambat di sini.
Kalau masalahnya itu saya minta untuk tambah personel lagi, jadi mereka harus kerja 24/7 sampai nanti jumlahnya turun sekitar 500 yang ada di sini," jelas Purbaya.
Lonjakan aktivitas impor pada April 2026 disinyalir menjadi pemicu utama di balik lambatnya arus keluar masuk barang di pelabuhan.
Purbaya menilai pertumbuhan impor merupakan indikator ekonomi yang positif, namun penanganannya tidak boleh sampai menciptakan kemacetan arus logistik.
"Katanya begitu impor yang tinggi di bulan April.
>>> Karl-Anthony Towns Bawa Knicks Unggul 2-0 atas Spurs di Final NBA
Jadi, kalau itu sih bagus tapi kita harus siap nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal.
Kalau kurang orang saya akan nambah orang disini, kalau kurang di Jakarta saya impor dari Surabaya, Medan, atau Semarang, Banten," terang Purbaya.
Pemeriksaan Fisik Kargo dan Rencana Implementasi AI
Di sela-sela peninjauan, Menkeu memantau langsung aktivitas pembukaan kargo impor dan memeriksa kesesuaian muatan secara acak dengan dokumen resmi.
Pemeriksaan acak tersebut menunjukkan bahwa komoditas yang diimpor oleh pelaku usaha telah sesuai dengan manifest data yang dilaporkan.
Purbaya menyebutkan beberapa barang yang diperiksa, antara lain bahan baku kulit, onderdil blender, matras karet, dan marmer. Ia mengaku tidak melihat adanya penumpukan pada barang-barang tersebut.
Langkah pengawasan ketat tetap akan berjalan untuk mengaudit nilai barang demi mencegah potensi kerugian negara akibat manipulasi harga impor.
>>> Studi Ungkap Alasan Anak Cerdas Membutuhkan Kelas Khusus untuk Berkembang
Ke depan, sistem pengawasan di area kepabeanan juga akan diperkuat dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI.