Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sepanjang tahun 2026. Indeks saham acuan Indonesia itu tercatat turun 35,30 persen ke level 5.594,76.
Penurunan ini terjadi setelah IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 9.100-an pada awal tahun.
>>> New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA
Dalam sepekan terakhir, IHSG menyusut 8,69 persen dari posisi 6.127,381 menjadi 5.594,765 pada penutupan Jumat (5/6).
Investor Asing Jual Bersih Rp 61,36 Triliun
Aksi jual bersih oleh investor asing turut membebani IHSG. Dalam sepekan, investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 3,73 triliun.
Total penjualan bersih asing sepanjang tahun 2026 mencapai Rp 61,36 triliun.
>>> Alasan Telur Omega-3 Lebih Mahal Dibanding Telur Biasa
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah ke posisi Rp 18.036 pada Jumat (5/6).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait kondisi pasar modal. Ia menyatakan bahwa aktivitas ekonomi di berbagai daerah sebenarnya tetap tumbuh baik dan didukung APBN yang sehat.
"Jadi, kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
>>> CEO TSMC Tanggapi Rencana Elon Musk Bangun Pabrik Terafab
Menurutnya, hilangnya kepercayaan investor dipicu oleh kekhawatiran yang tidak berdasar mengenai kejatuhan ekonomi nasional. Opini keliru itu kemudian memengaruhi keputusan sebagian pelaku pasar.
"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam, sebagian orang terpengaruh," jelasnya.
Kementerian Keuangan berkomitmen meluruskan pandangan keliru tersebut. Langkah strategis akan ditempuh melalui penguatan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Karier, Keuangan, dan Asmara
"Itu (persepsi negatif) yang akan kita hilangkan dengan kerjasama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga sudah erat, cuma kita lebih eratin lagi," pungkasnya.