⌂ Beranda News New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA

New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA

New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs 105-104, Unggul 2-0 di Final NBA
Pertandingan New York Knicks melawan San Antonio Spurs di Final NBA
A A Ukuran Teks16px

New York Knicks sukses memperbesar keunggulan menjadi 2-0 dalam seri Final NBA setelah menumbangkan San Antonio Spurs dengan skor tipis 105-104 pada Gim 2, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kemenangan tersebut dipastikan setelah bintang Spurs, Victor Wembanyama, gagal memasukkan tembakan di detik-detik terakhir.

>>> CEO TSMC Tanggapi Rencana Elon Musk Bangun Pabrik Terafab

Hasil ini memperpanjang rekor kemenangan pascamusim Knicks menjadi 13 pertandingan beruntun, terpanjang kedua dalam sejarah playoff NBA.

Dengan keunggulan dua gim tanpa balas, Knicks hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk menyamai rekor NBA dan mengangkat Trofi Larry O'Brien untuk pertama kalinya sejak 1973.

Karl-Anthony Towns menjadi motor serangan utama Knicks dengan 21 poin dan 13 rebound, melalui efisiensi tembakan 8-dari-12.

Di kubu lawan, Wembanyama tampil dominan dengan 29 poin, sembilan rebound, dan empat blok.

>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Karier, Keuangan, dan Asmara

Pemain asal Prancis berusia 22 tahun itu mengakui situasi tiga penguasaan bola terakhir masih terasa kabur.

"And that’s the whole problem. I need to have more poise, more control over the game," ujar Wembanyama.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan membahas seluruh penguasaan bola satu per satu, hanya gambaran umum.

"I am not going to go through the whole possessions, but that’s the general image," katanya.

Wembanyama juga menyukai keputusan mengambil tembakan terakhir dan menekankan pentingnya mengeksekusi peluang demi mencetak poin.

>>> Setneg Bantah Isu Pergantian Menteri Keuangan dan Gubernur BI

"We just need to score, I need to score, that’s the whole point," ucapnya.

Sementara itu, Towns yang emosional menatap ke langit setelah bel akhir, membagikan pesan tentang mendiang ibunya yang wafat saat pandemi Covid-19 kepada siaran ABC.

"I needed a stop.

It’s amazing – as you go through life, if you lose a parent, anyone who’s listening, you just look for signs," tutur Towns.

>>> Kemenhub Gandeng BUMN dan Swasta Kembangkan Jalur Kereta Luar Jawa

Pebasket berusia 30 tahun itu menegaskan akan selalu mengingat dan mencari tanda-tanda kehadiran sang ibu dalam setiap momen penting hidupnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru