Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) membantah kabar mengenai rencana pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bantahan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan awak media usai konferensi pers di Gedung DPR.
>>> 5 Game Tersembunyi Google Paling Populer dan Cara Memainkannya
"Lho siapa yang mau mengganti? Enggak ada yang mau mengganti," tegas Prasetyo Hadi.
Ia menekankan bahwa rumor yang beredar mengenai perombakan posisi bendahara negara dan gubernur bank sentral tidak memiliki dasar yang kuat.
Pemerintah saat ini justru fokus mempererat hubungan kerja sama demi menjaga stabilitas ekonomi.
"Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar. Justru kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas yang mengelola ekonomi," jelas Prasetyo.
>>> Harry Styles Ungkap Makna Emosional di Balik Lagu Matilda
Menurut dia, penyelarasan kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter menjadi langkah penting menghadapi situasi perekonomian terkini.
"Hari ini adalah tindak lanjut. Intensitas harus diperkuat, kerja sama harus dipererat," tambahnya.
Pihak Kementerian Keuangan juga memberikan respons senada. Purbaya Yudhi Sadewa menyangkal kabar dirinya akan diganti maupun rumor pengiriman surat pengunduran diri kepada Presiden.
>>> Psikolog Ungkap Tahapan Bermain Anak Sesuai Usia untuk Stimulasi Tumbuh Kembang
"Ha ha ha, enggak bener-lah," ujar Purbaya.
Ia menegaskan susunan pejabat Bendahara Negara di Kabinet Merah Putih hingga saat ini belum berubah.
"Tidak ada, itu rumor. Sampai saat ini itu yang saya tahu," kata Purbaya.
Isu pergantian petinggi otoritas ekonomi ini mencuat bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
>>> 9 Rekomendasi Kimono Melahirkan Terbaik yang Nyaman dan Adem
Kurs rupiah tercatat melemah 0,06 persen ke posisi Rp17.960 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026).