Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami tekanan jual signifikan di tengah gejolak IHSG pada Jumat (5/6/2026).
Pelemahan harga dua emiten Grup Prajogo Pangestu ini dipicu faktor teknikal dan sentimen jangka pendek. Namun, fundamental operasional kedua perusahaan tetap berjalan solid.
>>> Valuasi Perusahaan Digital-Asset Treasury Anjlok US$ 62 Miliar Akibat Pasar Kripto Lesu
Koreksi Saham BREN dan CUAN
Secara year to date (YTD), harga saham BREN telah merosot sekitar 60,82 persen dari kisaran Rp6.000–Rp6.500 per saham menjadi Rp3.800 per saham.
Sementara itu, saham CUAN mengalami koreksi 70,09 persen secara YTD ke kisaran Rp700 per saham.
Menurut riset Henan Putihrai Sekuritas, penurunan harga BREN dipicu oleh eksklusi dari indeks global MSCI serta penghapusan dari indeks domestik seperti LQ45, IDX80, dan IDX30.
Langkah ini diambil akibat tingginya konsentrasi kepemilikan saham (HSC), sehingga memicu aksi jual dana pasif saat rebalancing indeks pada Mei 2026.
“Eksklusi indeks memicu technical overhang yang menyebabkan tekanan jual signifikan, namun tidak mencerminkan perubahan fundamental perusahaan,” demikian kutipan riset tersebut.
>>> Pemerintah Bantah Kewajiban Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Beli Patriot Bond
Secara operasional, BREN tetap menjadi pemain geothermal terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang 910 MW.
Perusahaan berada di posisi empat besar global dengan model bisnis ditopang kontrak jual beli listrik (PPA) jangka panjang 20–30 tahun bersama PLN berbasis dolar AS atau inflasi.
“Model bisnis berbasis kontrak jangka panjang memberikan visibilitas pendapatan tinggi serta ketahanan terhadap volatilitas eksternal,” lanjut riset Henan Putihrai Sekuritas.
Margin EBITDA BREN mencapai 84 persen dengan target ekspansi kapasitas menuju 2,3–2,8 GW.
Penurunan harga saat ini dinilai menciptakan poin masuk berdiskon, sehingga Henan Putihrai Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp9.125 per saham.
>>> Defisit APBN hingga Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun
Di sisi lain, saham CUAN dinilai mengalami salah harga oleh pasar di tengah langkah ekspansi yang agresif.
Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai penurunan harga CUAN telah menciptakan valuasi yang atraktif saat fundamental operasionalnya memasuki fase pertumbuhan kuat.
Volume produksi batu bara CUAN melonjak signifikan dan ditargetkan tumbuh hingga 16 juta ton pada tahun 2028.
Dukungan portofolio batu bara kalori tinggi serta efisiensi operasional menjadi pendorong utama profitabilitas masa depan.
“Potensi dari aksi korporasi tambahan seperti konsolidasi aset belum sepenuhnya terefleksi dalam harga saham saat ini,” ujar Andreas.
>>> IHSG Anjlok 3,47 Persen ke Level 5.637 pada Sesi II Perdagangan
Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham CUAN dengan target harga Rp2.030 per saham, mencerminkan potensi kenaikan signifikan dari level saat ini.