⌂ Beranda News Saham Bank Negara Indonesia Melemah Empat Persen pada Sesi Pertama

Saham Bank Negara Indonesia Melemah Empat Persen pada Sesi Pertama

Saham Bank Negara Indonesia Melemah Empat Persen pada Sesi Pertama
Grafik saham Bank Negara Indonesia (BBNI) melemah
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup melemah 4,09 persen ke level Rp 3.280 pada akhir sesi I perdagangan Jumat (5/6/2026).

Penurunan ini memperpanjang tren negatif setelah pada perdagangan dua hari sebelumnya saham tersebut juga ditutup memerah.

>>> Dokter Spesialis Bedah Saraf Ungkap Solusi Modern Atasi Saraf Kejepit

Volume perdagangan saham Bank Negara Indonesia mencapai 42,55 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 12.454 kali.

Nilai transaksi total pada sesi pertama tersebut tercatat sebesar Rp 141,52 miliar.

Data dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan aksi jual bersih oleh investor asing atau net sell dari segi volume mencapai 18 juta saham.

>>> Alfamart Pastikan Tidak Tutup Gerai Imbas Kehadiran KDMP

Estimasi nilai dari penjualan bersih asing tersebut berkisar sekitar Rp 59 miliar pada sesi I hari ini.

Pelemahan ini melanjuti tren pergerakan saham berkode BBNI yang pada perdagangan tanggal 3 dan 4 Juni kemarin masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,05 persen dan 4,20 persen.

Meskipun demikian, valuasi saham emiten perbankan ini dinilai semakin murah secara rasio pasar. Rasio price to book value (PBV) BBNI kini berada pada angka 0,76 kali.

Angka ini hampir setara dengan minus dua standar deviasi PBV Bank Negara Indonesia selama tiga tahun terakhir yang berada di level 0,75 kali.

>>> IHSG dan Rupiah Ambles ke Level Terendah di Asia

Indikator price earning ratio (PER) mencatatkan angka 6,02 kali (TTM).

Posisi tersebut berada di bawah minus dua standar deviasi PE historis tiga tahun terakhir perusahaan yang berada pada angka 6,39 kali.

Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham Bank Negara Indonesia melalui laporan Equity Valuation pada Jumat ini dengan target harga ditetapkan sebesar 4.600.

>>> Telkom Luncurkan AIcosystem, Integrasikan Kapabilitas AI untuk Industri dan Masyarakat

Sebelumnya, perusahaan telah merampungkan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai Rp 13,03 triliun atau Rp 349,41 per saham pada 7 April 2026.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru