⌂ Beranda News Hery Gunardi: AI Pendorong Utama Evolusi Industri Perbankan

Hery Gunardi: AI Pendorong Utama Evolusi Industri Perbankan

Hery Gunardi: AI Pendorong Utama Evolusi Industri Perbankan
Ilustrasi AI dalam perbankan digital
A A Ukuran Teks16px

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mendorong perubahan besar di industri perbankan.

Transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga mengubah cara bank melayani nasabah dan membangun ekosistem bisnis.

>>> Saham TPIA Melejit 24 Persen Lalu Anjlok, Investor Asing Jual Besar-besaran

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa industri perbankan saat ini berada pada fase evolusi yang menuntut perubahan menyeluruh.

Menurutnya, bank tidak lagi dapat mengandalkan model bisnis konvensional apabila ingin tetap kompetitif di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hery dalam sesi “Business Talks” pada ajang Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri keuangan secara signifikan.

Hery menilai perubahan yang terjadi bukan sekadar digitalisasi layanan, melainkan pergeseran mendasar dalam pola interaksi antara bank dan nasabah.

Kehadiran teknologi digital menciptakan ekspektasi baru terhadap kecepatan, kemudahan, dan kenyamanan layanan keuangan.

Fase Perkembangan Perbankan

Ia menjelaskan bahwa transformasi perbankan dapat dilihat melalui berbagai fase perkembangan. Hery mengutip pandangan penulis dan pengamat industri keuangan global, Brett King.

Era awal perbankan atau bank 1.0 ditandai dengan penggunaan instrumen transaksi sederhana seperti cek dan giro.

Layanan perbankan saat itu sangat bergantung pada kehadiran fisik nasabah di kantor cabang.

Perkembangan berikutnya terjadi pada era bank 2.0 ketika teknologi mesin ATM mulai digunakan secara luas.

ATM memungkinkan masyarakat mengakses layanan perbankan selama 24 jam tanpa harus menunggu jam operasional kantor cabang.

Transformasi kemudian berlanjut pada era bank 3.0 yang ditandai dengan kemunculan internet banking.

Nasabah mulai dapat melakukan berbagai transaksi secara daring tanpa perlu datang langsung ke kantor bank.

>>> Toyota Corolla Pikap Unibody Tertangkap Uji Coba di Brasil

“Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking.

Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukan transaksi dari kantor dengan internet banking,” kata Hery.

Memasuki fase berikutnya, industri perbankan menghadapi era bank 4.0 yang ditandai dengan berkembangnya teknologi finansial atau fintech serta digitalisasi yang semakin luas.

Perubahan ini telah memengaruhi perilaku nasabah di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kemudahan yang ditawarkan layanan digital membuat masyarakat semakin terbiasa melakukan aktivitas keuangan melalui perangkat seluler. Nasabah kini mengharapkan layanan yang cepat, mudah diakses, dan terintegrasi dengan kebutuhan sehari-hari.

Percepatan Digitalisasi dan AI

Hery menjelaskan bahwa percepatan digitalisasi perbankan semakin terasa saat pandemi Covid-19 melanda dunia beberapa tahun lalu. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat penggunaan layanan digital meningkat secara signifikan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru