Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot tajam pada sesi I perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
Harga saham bank swasta terbesar itu turun 4,15 persen ke level Rp 5.200 per lembar.
>>> Mantan Pejabat Keamanan Siber Gugat IBM dan AT&T Terkait Peretasan
Level tersebut merupakan posisi terendah dalam lima tahun terakhir. Aksi jual masif menjadi pemicu utama penurunan ini.
Data pasar mencatat volume perdagangan mencapai 131,34 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 20.337 kali dengan nilai transaksi Rp 695,76 miliar.
Menurut aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA mencatat net sell sebesar Rp 215,6 miliar. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dibandingkan saham lain di bursa domestik.
>>> Bocoran Xiaomi 18: Layar 2K dan Baterai 7.000 mAh
Tekanan di Pasar Modal
Koreksi saham perbankan ini sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG terpangkas 1,5 persen pada hari yang sama.
Tekanan di pasar modal diperberat oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah melemah sejak Kamis, 4 Juni 2026, menembus zona Rp 18.000.
Data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB menunjukkan rupiah dibuka melemah 18 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 18.067 per dolar AS.
>>> Jadwal KRL Jogja Solo 5 Juni 2026: 14 Keberangkatan, Tarif Rp8.000
Indeks dolar AS naik 0,01 persen ke level 99.419.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Kamis ditutup terkoreksi 1,70 persen ke level 5.839. Net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp 1,43 triliun.
Posisi indeks sempat membaik pada sesi kedua berkat dorongan sektor logam dan pertambangan. Namun, tekanan jual kembali berlanjut.
>>> UGM Temukan Gas Hidrogen Kadar Tinggi Penyebab Api Misterius di Sleman
Kondisi pasar domestik diwarnai isu miring di tengah penurunan kepercayaan investor. Pergerakan bursa diprediksi masih terbatas karena minimnya sentimen positif.