Diagnosis gagal ginjal stadium akhir sering dianggap sebagai vonis berat yang mengharuskan pasien menjalani dialisis seumur hidup.
Namun, seorang bocah tujuh tahun di India membuktikan bahwa keajaiban medis masih mungkin terjadi.
>>> Pemerintah Hormati Proses Hukum Penahanan Wamen Silmy Karim oleh KPK
Anak tersebut awalnya didiagnosis mengidap penyakit ginjal kronis stadium 5, kondisi lanjut yang mematikan. Berkat penanganan medis yang cepat dan tepat, ia berhasil terhindar dari kewajiban cuci darah.
Penanganan Medis yang Tepat Waktu
Kisah ini bermula pada Maret 2025 ketika sang bocah dilarikan ke rumah sakit swasta akibat gejala klinis yang menyerupai penyakit umum.
>>> Film Nobody Loves Kay Angkat Dunia E-Sport Mobile Legends di Bioskop
Ia mengalami pembengkakan di seluruh tubuh, penurunan produksi urine, kelelahan ekstrem, nafsu makan buruk, hingga penurunan aktivitas drastis.
>>> Faktor Penyebab IHSG Bergerak Naik dan Turun di Bursa Efek
Pemeriksaan medis mendalam mengungkap bahwa kondisi pasien dipicu oleh Congenital Anomalies of the Kidney and Urinary Tract (CAKUT).
Ini adalah kelainan bawaan lahir yang mengganggu struktur serta perkembangan ginjal dan sistem kemih.
>>> Jumlah Peserta OSN 2026 Melonjak 17 Persen, Capai 941 Ribu Siswa
Dengan terapi konservatif yang diberikan secara intensif, fungsi ginjal bocah tersebut berangsur membaik. Ia pun tidak lagi membutuhkan dialisis dan dapat kembali beraktivitas normal.