⌂ Beranda News IHSG Anjlok 4,30 Persen akibat Krisis Kepercayaan Investor Domestik

IHSG Anjlok 4,30 Persen akibat Krisis Kepercayaan Investor Domestik

IHSG Anjlok 4,30 Persen akibat Krisis Kepercayaan Investor Domestik
Grafik IHSG anjlok
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 4,30 persen ke level 5.683,25 pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.

Penurunan ini dipicu oleh sentimen domestik dan besarnya arus keluar modal asing dari bursa dalam negeri.

>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP Secara Online

Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut sekitar Rp501 triliun menjadi Rp9.954 triliun.

Angka itu terjadi hanya dalam satu jam awal perdagangan, dari penutupan sebelumnya sebesar Rp10.455 triliun.

Tekanan jual melanda 654 saham. Nilai transaksi pagi hari mencapai Rp5,27 triliun dengan frekuensi 606,9 ribu kali.

Sektor hulu seperti bahan baku, energi, dan infrastruktur menjadi penekan utama indeks.

Pelemahan bursa saham berjalan beriringan dengan depresiasi rupiah yang merosot ke posisi Rp17.950 per dolar AS.

Kondisi ini memperparah sentimen negatif di pasar modal, bertolak belakang dengan penguatan mayoritas bursa Asia.

Pemerintah dan Pengamat Beri Tanggapan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik. Ia menilai fondasi ekonomi nasional masih kuat.

"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja.

Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah.

>>> Ellie Goulding Umumkan Album Keenam I Know Too Much, Rilis September 2026

Pendapatan pajak di Mei saja masih kencang begitu," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Purbaya menambahkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga. Hal itu terlihat dari tingginya aktivitas konsumsi di pusat hiburan dan perhotelan saat masa liburan.

"Di mana-mana ramai kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai.

Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kosong. Ternyata ramai juga.

Jadi memang domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita.

Jadi enggak usah takut kita akan jeblok," ujarnya.

Pemerintah menyatakan akan terus menjaga sentimen pasar dan memastikan stabilitas perekonomian. Tujuannya agar kepercayaan investor kembali pulih secara bertahap.

"Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya. Pemerintah akan berupaya memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah volatilitas pasar global.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai penurunan indeks hingga menembus batas psikologis merupakan tanda kekhawatiran serius terhadap kepastian kebijakan domestik.

>>> Bocoran iPhone 18 Pro: Chip A20 2nm, Kamera Variable Aperture, Dynamic Island Lebih Tipis

"Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius," kata Hendra di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Hendra menjelaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu serta arus modal asing yang keluar secara masif menjadi alasan utama investor memindahkan dana ke negara lain.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," jelas Hendra.

Menurutnya, komunikasi pemerintah mengenai kuatnya fundamental ekonomi tidak akan cukup efektif jika tidak dibarengi stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kepercayaan investor merupakan aset yang sangat mahal nilainya.

Ketika kepastian kebijakan berkurang dan pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi ke depan, investor cenderung memilih menunggu atau bahkan memindahkan dananya ke negara lain yang dianggap lebih stabil," jelas Hendra.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp864 miliar pada hari Kamis. Angka itu menambah total modal asing keluar menjadi Rp67 triliun sejak awal tahun 2026.

"Oleh karena itu, kemungkinan IHSG masih dapat mengalami tekanan lanjutan dan menguji area psikologis berikutnya di sekitar 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan baru dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap," tuturnya.

Di tengah tekanan bearish, Ciptadana Sekuritas Asia melalui riset teknikalnya memberikan rekomendasi jangka pendek berupa strategi buy on weakness untuk beberapa saham pilihan.

>>> KPK Tetapkan Delapan Tersangka Korupsi Imigrasi Jakarta Barat

Saham yang direkomendasikan antara lain BBNI, KLBF, SIDO, dan TPIA.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru