⌂ Beranda News AS Siap Hadapi Dampak Ekonomi Perang demi Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
News

AS Siap Hadapi Dampak Ekonomi Perang demi Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir

Bendera Amerika Serikat dan Iran melambangkan konflik ekonomi
Bendera Amerika Serikat dan Iran melambangkan konflik ekonomi
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Amerika Serikat mengantisipasi potensi kehancuran ekonomi global akibat konflik dengan Iran. Langkah ini diambil demi mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sidang dengar pendapat bersama Komite Urusan Luar Negeri DPR AS di Washington, Rabu (3/6).

"Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan sadar betul bahwa setiap tindakan pasti memiliki konsekuensi. Namun, konsekuensi jika Iran sampai memiliki senjata nuklir jauh lebih buruk," tegas Rubio.

Pernyataan itu menanggapi pertanyaan Anggota DPR asal New York, Gregory Meeks. Meeks menyoroti dampak ekonomi perang yang memicu inflasi global dan lonjakan harga bensin.

Ia juga menuding adanya pengerukan keuntungan pribadi oleh pejabat pemerintah dari konflik ini. Tuduhan itu didasarkan pada dokumen transaksi saham selama kuartal pertama tahun ini.

Rubio menolak tuduhan keterlibatan kepentingan finansial pribadi Donald Trump dalam pengambilan keputusan militer. Gedung Putih dan Trump Organization juga membantah adanya konflik kepentingan.

Mereka menyatakan aset dikelola secara independen oleh pihak ketiga.

Operasi Militer di Selat Hormuz

Dalam sidang hari kedua di Capitol Hill, Rubio menjelaskan operasi militer AS telah melemahkan kapasitas pertahanan konvensional Iran.

Operasi tersebut mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Selat itu menjadi sasaran serangan drone Iran.

"AS akan merespons serangan itu dengan menembak jatuh drone yang berupaya menenggelamkan kapal sipil komersial secara ilegal," kata Rubio.

"Iran kemudian akan merespons dengan menargetkan fasilitas tertentu di kawasan sebagai bentuk pembalasan," lanjutnya.

Tindakan militer AS diklaim bersifat defensif untuk menetralisasi ancaman terhadap kapal komersial internasional. Konflik ini masih bergulir di tengah pembahasan anggaran tahunan pemerintah AS.

📰 Update Terbaru