Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.
Depresiasi mata uang Garuda yang terus berlanjut ini mendorong sejumlah perbankan nasional menaikkan harga jual dolar AS hingga menyentuh angka Rp18.300.
>>> 5 Rekomendasi Koper Kabin yang Awet dan Praktis untuk Liburan
Pelemahan tajam mata uang lokal tersebut tercatat dalam data Refinitiv pada pukul 09.11 WIB.
Rupiah merosot ke posisi Rp18.015 per dolar AS atau mengalami penurunan nilai sebesar 0,42 persen.
Level tersebut sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah perdagangan.
Respons Perbankan
Merespons kejatuhan nilai tukar tersebut, sektor perbankan langsung menyesuaikan harga papan kurs mereka di atas level Rp18.000.
>>> Rico Waas Bantah Pemkot Medan Tanggung Biaya Akomodasi Piala AFF U-19
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan nilai kurs per pukul 09.30 WIB dengan harga beli Rp18.030 dan harga jual Rp18.055.
Selain itu, bank swasta terbesar ini juga memasang tingkat harga beli lain di posisi Rp17.800 serta harga jual pada level Rp17.075.
Penyesuaian nilai transaksi valuta asing juga dilakukan oleh bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) per pukul 08.58 WIB.
>>> Yamaha Pramac Tampil dengan Livery Pininfarina di MotoGP Italia 2026
Bank BUMN ini menetapkan harga beli sebesar Rp17.965 dan harga jual senilai Rp17.995 untuk salah satu harga referensinya.
Kurs perdagangan lain di Bank Mandiri dipatok pada angka beli Rp17.750 dengan nilai jual Rp18.050.
Perusahaan perbankan berkode saham BMRI ini turut mempublikasikan nominal beli senilai Rp17.670 dengan nominal jual sebesar Rp17.970 pada papan informasi kursnya.
Langkah penyesuaian angka transaksi harian kemudian diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) per pukul 09.50 WIB.
>>> Sony Gratiskan Tiga Game PlayStation Plus Mulai Juni 2026
Bank pelat merah tersebut menetapkan nominal harga beli mata uang greenback sebesar Rp18.020 dan harga jual dipatok pada angka Rp18.040.