⌂ Beranda News Trump Alokasikan Ratusan Juta Dolar untuk Sokong Pembangkit Batu Bara

Trump Alokasikan Ratusan Juta Dolar untuk Sokong Pembangkit Batu Bara

Trump Alokasikan Ratusan Juta Dolar untuk Sokong Pembangkit Batu Bara
Donald Trump mengumumkan dana untuk pembangkit batu bara
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap memanfaatkan otoritas era Perang Dingin untuk mengalokasikan ratusan juta dolar dana federal.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangkit listrik berbahan bakar batu bara serta ekspor bahan bakar fosil.

>>> MNC Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Hari Ini

Langkah besar ini diperkirakan akan diumumkan secara resmi dalam sebuah acara di Ruang Oval pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 3 sore waktu setempat.

Informasi ini dilansir dari Bloombergtechnoz.

Rincian Alokasi Dana

Inisiatif tersebut mencakup distribusi dana Undang-Undang Produksi Pertahanan (DPA) sebesar US$425 juta.

Dana ini akan disalurkan ke 13 pembangkit listrik tenaga batu bara yang tersebar di beberapa negara bagian, termasuk West Virginia, Kentucky, dan Indiana.

Selain itu, Departemen Energi AS juga mengucurkan hibah terpisah senilai US$185 juta.

Hibah ini akan membiayai pembangunan dua pembangkit listrik baru di Alaska dan West Virginia, serta mengaktifkan kembali pembangkit AES Warrior Run di Maryland.

>>> Telkom Indonesia Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026

Pemerintah AS juga mengalokasikan dana tambahan sebesar US$75 juta berdasarkan DPA.

Dana ini akan mendukung proyek terminal ekspor West Gateway di Oakland, California, yang berpotensi membuka jalur ekspor hingga 12 juta ton batu bara.

Sejumlah perusahaan utilitas direncanakan menerima aliran dana ini.

Perusahaan tersebut meliputi Duke Energy Corp, Hallador Energy Co, Oklahoma Gas & Electric Co, dan anak perusahaan American Electric Power Company Inc.

Kritik dari Aktivis Lingkungan

Kebijakan ini memicu gelombang kritik dari kelompok aktivis lingkungan. Mereka menilai pemerintah salah dalam memanfaatkan uang pajak masyarakat.

"What selanjutnya—dana talangan pembayar pajak untuk membangun bilik telepon baru?" tanya Kit Kennedy, direktur eksekutif bidang energi di Natural Resources Defense Council.

>>> Empat Kandidat Bersaing di Debat Terakhir HIPMI Menuju Munas XVIII

Kennedy menilai tindakan menyokong pengusaha batu bara menggunakan dana pajak hanya menempatkan masyarakat dalam risiko besar di tengah ancaman perubahan iklim.

"Mendukung miliarder batu bara dengan dana pajak adalah cara lain bagi pemerintahan Trump untuk mengutamakan pencemar dan menempatkan kita semua dalam risiko.

Hal terbaik untuk udara, iklim, dan tagihan listrik kita adalah membiarkan pembangkit ini pensiun dengan damai," kata Kennedy.

Dukungan Pemerintah

Di sisi lain, Presiden Donald Trump tetap gencar mengampanyekan dominasi energi domestik.

Ia beralasan bahwa pasokan listrik dari batu bara sangat krusial untuk menopang sektor kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan daya komputasi tinggi.

Menteri Dalam Negeri Doug Burgum juga mendukung visi tersebut. Ia menyatakan bahwa kemenangan dalam perlombaan teknologi AI merupakan sebuah keharusan bagi keamanan nasional AS.

>>> Jetour T1 i-DM vs Geely Starray EM-i: Duel SUV PHEV China

Meskipun kontribusi batu bara dalam pasokan listrik nasional AS telah merosot hingga ke angka 17% pada tahun lalu, proyek baru di bawah bendera Terra Energy Center Corp dan TerraPurus Inc diproyeksikan akan mendorong kembali angka produksi tersebut.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru