Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026).
Indeks kehilangan 91,92 poin atau setara 1,55% ke level 5.849 hingga pukul 09:20 WIB.
>>> Jadwal SIM Keliling Bandung Juni 2026 Lengkap dengan Syarat dan Biaya
Koreksi ini menyelaraskan posisi IHSG dengan mayoritas indeks saham utama di Asia yang bergerak di zona merah.
Kejatuhan pasar modal melanda KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Tokyo), Topix (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), Shenzhen Comp.
(China), Shanghai Composite (China), dan CSI 300 (China).
IHSG menempati posisi ketiga sebagai indeks dengan pelemahan terdalam di Benua Kuning pada pagi ini.
Pergerakan tersebut masih berada di atas KOSPI dan NIKKEI 225 yang masing-masing terpangkas sebesar 2,52% dan 1,86%.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia setelah 20 menit pasar dibuka menunjukkan volume transaksi mencapai 5,74 miliar saham.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 402.473 kali.
Kondisi pasar didominasi oleh koreksi harga, di mana terdapat 531 saham melemah dan hanya 84 saham yang bergerak menguat.
>>> Henrik Lundqvist Dukung New York Knicks di Final NBA 2026
Sementara itu, sebanyak 106 saham terpantau tidak mengalami perubahan posisi.
Sentimen Eksternal dan Domestik Tekan IHSG
BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa pergerakan IHSG tertekan oleh perpaduan sentimen eksternal dan domestik.
Beberapa faktor utamanya meliputi outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan nilai tukar rupiah yang melampaui 7% sejak awal tahun, serta sikap wait and see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026.
“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan area support di 5.850 dan resistance di 6.060,” tulis BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DSSA, dan DMAS.
Faktor lain yang menyita perhatian pasar adalah eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, gesekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat di tengah ketidakpastian proses negosiasi damai kedua negara.
“Harga minyak yang kembali naik juga memicu kecemasan akan inflasi yang meningkatkan peluang Bank Indonesia untuk kembali menaikkan BI Rate, apalagi jika rupiah berlanjut melemah,” papar Phintraco.
>>> Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Turun Rp15.000 Jadi Rp2.759.000 Per Gram
Secara teknikal, pergerakan indeks berisiko menguji area support selanjutnya pada rentang 5.750–5.840 apabila hari ini ditutup di bawah level 5.900.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah JSMR, MSIN, ACES, PSAB, dan MAPA.
CGS International Sekuritas Indonesia menjabarkan bahwa penurunan di bursa Wall Street berpotensi menjadi sentimen negatif tambahan.
Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah serta lonjakan imbal hasil obligasi.
Tekanan terhadap IHSG semakin diperberat oleh berlanjutnya aksi jual oleh investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.840–5.740 dan resistance 6.040–6.145,” demikian riset CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham MAPI, BREN, TLKM, ISAT, TINS, dan MYOR.
Panin Sekuritas juga memproyeksikan IHSG berpotensi melemah hari ini. Faktor pemicunya adalah kenaikan tensi global, lonjakan harga minyak, serta tingginya ketidakpastian ekonomi di dalam negeri.
>>> Rupiah Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ITMG, MTEL, dan DEWA.
