⌂ Beranda News Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Terus Melemah

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Terus Melemah

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Terus Melemah
Ilustrasi dolar AS dan rupiah
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat tajam terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut kini berhasil menembus level Rp 18.000.

Berdasarkan data Investing pada Kamis (4/6/2026) pagi, dolar AS tercatat menguat 49,4 basis poin atau 0,28 persen ke posisi Rp 18.015.

>>> IHSG 4 Juni 2026 Dibuka Anjlok ke Bawah Level 6.000

Sepanjang perdagangan harian, pergerakan dolar berada dalam rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024.

Sementara itu, Google Finance menunjukkan dolar AS sempat menyentuh level Rp 18.010 pada pukul 06.23 WIB.

Nilai tersebut kemudian turun ke Rp 17.971 pada pukul 07.15 WIB.

Data Bloomberg yang dikutip dari Detik Finance mencatat dolar AS menguat 0,71 persen secara harian dengan posisi terakhir Rp 17.966.

>>> IHSG Dibuka Melemah 1,55 Persen ke Level 5.849 pada 4 Juni 2026

Respons Bank Indonesia

Sebelum lonjakan ini, Bank Indonesia (BI) telah memberikan tanggapan resmi.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan otoritas moneter akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik.

BI juga siap mengambil tindakan yang diperlukan di pasar untuk menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan eksternal.

>>> Jadwal SIM Keliling Bandung Juni 2026 Lengkap dengan Syarat dan Biaya

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Sebagai langkah konkret, BI memberlakukan pembatasan threshold tunai untuk pembelian valas tanpa underlying menjadi US$ 25.000 per pelaku per bulan sejak 2 Juni 2026.

BI juga mendorong implementasi transaksi mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Kebijakan ini diharapkan menekan risiko volatilitas eksternal.

>>> Henrik Lundqvist Dukung New York Knicks di Final NBA 2026

Sistem LCT telah berjalan aktif dengan mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru