Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan terbaru. Berdasarkan data Investing, mata uang Indonesia terkoreksi sebesar 0,48 persen.
Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di posisi Rp18.010,9 per dolar AS. Angka ini menunjukkan tekanan berkelanjutan pada mata uang Garuda.
>>> Tecno Berikan Akses Google AI Plus 2TB Gratis Tiga Bulan
Indeks Dolar Fluktuatif
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) justru mencatat penurunan tipis sebesar 0,08 persen ke level 99,425.
Kondisi ini mengindikasikan pergerakan dolar yang masih fluktuatif terhadap mata uang utama global.
>>> Kemendikdasmen Atur Syarat Usia Masuk SD Negeri Tahun Ajaran 2026/2027
Meski dolar melemah, rupiah tidak mampu memanfaatkan momentum tersebut. Faktor eksternal masih menjadi penekan utama.
>>> Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Cetak Rekor Terendah Sejarah
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi. Beberapa mata uang regional menguat, namun rupiah justru tertekan.
Pelaku pasar masih mencermati kebijakan moneter global dan data ekonomi AS. Sentimen risk-off turut mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang.
>>> Emisi Karbon China Naik 2% Akibat Pembatasan Energi Terbarukan
Ke depan, pergerakan rupiah akan bergantung pada perkembangan global dan kebijakan Bank Indonesia. Stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama.
