Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan terbaru. Berdasarkan data Investing, mata uang Indonesia terkoreksi sebesar 0,48 persen.
Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di posisi Rp18.010,9 per dolar AS. Angka ini menunjukkan tekanan berkelanjutan pada mata uang Garuda.
Indeks Dolar Fluktuatif
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) justru mencatat penurunan tipis sebesar 0,08 persen ke level 99,425.
Kondisi ini mengindikasikan pergerakan dolar yang masih fluktuatif terhadap mata uang utama global.
Meski dolar melemah, rupiah tidak mampu memanfaatkan momentum tersebut. Faktor eksternal masih menjadi penekan utama.
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi. Beberapa mata uang regional menguat, namun rupiah justru tertekan.
Pelaku pasar masih mencermati kebijakan moneter global dan data ekonomi AS. Sentimen risk-off turut mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang.
Ke depan, pergerakan rupiah akan bergantung pada perkembangan global dan kebijakan Bank Indonesia. Stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama.