⌂ Beranda News Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Geser Mukesh Ambani

Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Geser Mukesh Ambani

Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Geser Mukesh Ambani
Potret Zhang Yiming, pendiri ByteDance
A A Ukuran Teks16px

Pendiri ByteDance Ltd., Zhang Yiming, resmi menggeser Mukesh Ambani sebagai orang terkaya kedua di Asia pada Rabu (3/6/2026).

Lonjakan kekayaan ini dipicu oleh meroketnya valuasi ByteDance serta kemajuan ambisi kecerdasan buatan (AI) perusahaan tersebut.

>>> KAI Jamin Harga Tiket Kereta Api Tetap Stabil

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan bersih Zhang mencapai US$92,8 miliar atau sekitar Rp1.660 triliun.

Angka ini memperkokoh posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di China. Hartanya membengkak lebih dari tujuh kali lipat sejak Maret 2019 yang saat itu masih US$13 miliar.

Peningkatan ini tidak lepas dari kesuksesan global TikTok serta performa robot percakapan AI Doubao.

Doubao kini memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi layanan AI paling populer di China.

Sentimen positif juga didorong oleh langkah ByteDance yang mengalihkan sebagian operasional bisnisnya di AS kepada investor lokal.

"Lonjakan valuasi ini mencerminkan fundamental perusahaan yang sangat kuat serta kesuksesan aplikasi seperti Doubao," kata Amy Lin, analis Capital Securities di Shanghai.

>>> Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Terkait Dugaan Korupsi

Lin menilai restrukturisasi ByteDance di AS tidak akan berdampak negatif besar.

Zhang pertama kali dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada 2025. Meski sempat tergeser, ia merebut kembali posisi tersebut awal tahun ini.

Sebelumnya, Bloomberg Billionaires Index menerapkan diskon risiko 25% terhadap valuasi ByteDance akibat ancaman larangan TikTok di AS pada Maret 2024.

Namun per 2 Juni, potongan risiko itu diturunkan menjadi 10% setelah divestasi saham TikTok di AS kepada konsorsium Oracle Corp, Silver Lake, dan MGX.

Harta Zhang melonjak lebih dari US$24 miliar setelah Bloomberg menganalisis valuasi terbaru dari investor seperti BlackRock, Fidelity, T.

Rowe Price, HSG, dan General Atlantic.

Posisi puncak orang terkaya di Asia masih dipegang Gautam Adani dengan kekayaan US$117,4 miliar.

>>> BI Intervensi Pasar Valas, Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS

Sementara Mukesh Ambani turun ke peringkat ketiga dengan kekayaan US$86,9 miliar.

ByteDance saat ini merupakan perusahaan swasta paling bernilai di China dan bersiap menerapkan sistem biaya langganan untuk Doubao.

Langkah ini tergolong berani karena mayoritas pengguna China enggan membayar layanan digital.

ByteDance bertaruh besar pada AI dengan rencana investasi hingga US$70 miliar tahun ini.

Dana tersebut akan ditutupi oleh keuntungan perusahaan pada 2025 yang mencapai US$50 miliar.

"Dihapusnya ketidakpastian regulasi di AS membuka jalan bagi penilaian ulang entitas ByteDance," kata Ke Yan, analis DZT Research di Singapura.

>>> Jetour T1 i&DM Resmi Meluncur di Indonesia, Siap Tantang Pasar SUV Hybrid

Ia menilai valuasi perusahaan masih tergolong murah jika melihat fundamental bisnisnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru