Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam pada paruh pertama perdagangan Rabu (3/6/2026).
Indeks merosot 305 poin atau 4,94 persen ke posisi 5.889,48.
>>> IHSG Anjlok 4,94 Persen Tembus Level Support Krusial 6.000
Level tersebut menjadi titik terendah sepanjang tahun 2026. Posisi ini juga merupakan yang terlemah sejak Mei 2021.
Sentimen Global dan Domestik Picu Aksi Risk Off
Penurunan tajam dipicu akumulasi sentimen internasional dan dalam negeri. Para pelaku pasar mengambil langkah menghindari risiko atau aksi risk off.
Dari eksternal, eskalasi politik di Timur Tengah meningkat. Hubungan Amerika Serikat dan Iran memanas setelah negosiasi damai buntu.
Situasi semakin tegang dengan laporan operasi militer, termasuk peluncuran rudal balistik yang memicu aksi balasan.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebut kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan potensi gangguan pasokan energi global.
>>> Honda BeAT Per Juni 2026: Harga di Bawah Rp20 Juta, Efisien dan Sporty
Di sisi lain, perekonomian China menunjukkan tanda pemulihan. PMI Komposit naik ke 54,0 pada Mei, tertinggi dalam tiga bulan.
Sektor jasa juga menguat dengan PMI jasa di 54,4, didorong kenaikan pesanan baru meski pertumbuhan ekspor masih lebih lemah dibanding permintaan domestik.
Tekanan Rupiah dan Isu Domestik
Dari dalam negeri, stabilitas pasar modal terganggu pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda melemah hingga di atas Rp17.900 per dolar AS.
Depresiasi terjadi meski inflasi Mei terkendali sesuai target Bank Indonesia. Neraca perdagangan April juga masih surplus.
>>> Iran Siapkan Pemakaman Akbar untuk Ayatollah Ali Khamenei
Namun, kenaikan inflasi bulanan dan penyempitan surplus perdagangan menekan daya beli serta ketahanan eksternal.
Pelaku pasar juga menyoroti dinamika penegakan hukum. Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional terkait kasus program Makan Bergizi Gratis.
Hal ini meningkatkan sensitivitas investor terhadap tata kelola dan transparansi anggaran, yang bisa memicu kenaikan persepsi risiko investasi.
Saham Top Gainers dan Top Losers
Meski tekanan berat, beberapa saham bergerak positif. Saham yang masuk top gainers antara lain MMIX, MSIN, PMUI, LABS, dan ICON.
Sebaliknya, tekanan jual masif membuat saham PTRO, MORE, MDIA, IRSX, dan APIC masuk top losers.
>>> Impor Migas Tanpa Tender BUMN: Mitigasi Risiko Kelangkaan tapi Rawan Korupsi
Pilarmas memberikan panduan teknikal untuk sesi kedua. Mereka merekomendasikan WIIM buy dengan rentang support dan resistance di level 1.600–1.800.