Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Sesi I siang hari ini.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan performa sejumlah bursa saham di Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau.
>>> Iran Siapkan Pemakaman Akbar untuk Ayatollah Ali Khamenei
Dilansir dari Bloomberg Technoz, IHSG melemah hingga 4,94 persen dibanding hari sebelumnya dan parkir di posisi 5.889 pada Rabu (3/6/2026).
Penurunan signifikan juga melanda Indeks LQ45 yang merosot 4,64 persen ke level 590,55.
Sepanjang sesi, indeks bergerak pada batas atas di level 6.213, sementara titik terendahnya menyentuh 5.876.
Melalui pergerakan ini, IHSG resmi menembus batas support krusial yang berada pada level 6.000.
Kondisi pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif dengan hanya 35 saham yang berhasil menguat.
Sebanyak 714 saham bergerak melemah, sedangkan 64 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Top Losers dan Sektor Tertekan
Sejumlah saham mencatatkan penurunan terdalam dan masuk dalam jajaran top losers.
Di antaranya adalah PT Petrosea Tbk (PTRO) yang merosot 15 persen, PT Remala Abadi Tbk (DATA) turun 14,9 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang anjlok 14,7 persen.
Sebagian besar pasar saham di Asia mencatatkan penguatan di zona hijau.
Indeks NIKKEI 225 (Jepang) memimpin penguatan sebesar 2,98 persen, diikuti TOPIX (Jepang) sebesar 2,18 persen, PSEi (Filipina) 1,99 persen, dan Weighted Index (Taiwan) 1,98 persen.
Selain itu, CSI300 (China) juga menguat 1,07 persen, Shenzhen Comp.
(China) naik 0,98 persen, Straits Time (Singapura) tumbuh 0,78 persen, Shanghai Composite (China) terangkat 0,51 persen, dan KLCI (Malaysia) bertambah 0,49 persen.
Pelemahan di kawasan Asia hanya terjadi pada beberapa indeks.
>>> Impor Migas Tanpa Tender BUMN: Mitigasi Risiko Kelangkaan tapi Rawan Korupsi
Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 1,69 persen, SENSEX (India) melemah 1,22 persen, dan Ho Chi Minh Stock Exchange (Vietnam) turun 0,94 persen.
Dari dalam negeri, sektor barang baku menjadi penekan utama dengan penurunan hingga 10,2 persen.
Sektor energi menyusul dengan pelemahan 7,16 persen, sedangkan sektor infrastruktur terkontraksi 6,72 persen.
Faktor Peringkat Kredit dan Isu S&P Global Ratings
Tekanan pada IHSG dipicu oleh laporan terbaru Moody's Ratings yang memberikan peringkat kredit Baa2 untuk pertama kalinya bagi PT Danantara Investment Management (DIM).
Lembaga ini juga menetapkan outlook negatif untuk seluruh peringkat entitas di bawah BPI Danantara tersebut.
Moody's turut menyematkan peringkat provisional (P)Baa2 untuk program global medium-term note (MTN) tanpa jaminan milik DIM.
Obligasi senior unsecured yang direncanakan terbit juga mendapat peringkat Baa2 karena disetarakan dengan peringkat utang Indonesia.
Pasar juga dikejutkan oleh isu mengenai laporan S&P Global Ratings yang berencana menurunkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB-.