PT Petrosea Tbk (PTRO) berpotensi menggelontorkan dana hingga Rp 1,3 triliun untuk mendukung pelaksanaan rights issue PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi ekspansi grup yang terintegrasi di sektor pertambangan dan infrastruktur.
>>> BULOG Serap 3,01 Juta Ton Beras Petani hingga Awal Juni 2026
Potensi investasi korporasi ini berasal dari pelaksanaan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) milik perseroan.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menjadi pembeli siaga atas saham baru yang tidak terserap oleh pemegang saham lainnya.
Rencana Penerbitan Saham dan Komitmen Petrosea
SINI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Jumlah tersebut setara dengan 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Melalui harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham, emiten ini berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 3,6 triliun.
Dalam aksi korporasi tersebut, Petrosea menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sebanyak sekitar 1,8 juta HMETD.
Di sisi lain, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) bakal mengalihkan seluruh haknya sebanyak 142,41 juta HMETD kepada Petrosea.
Saat ini, KJP menguasai 19,74% saham SINI atau setara dengan 94,94 juta saham.
>>> Komdigi Tambah Kapasitas Bandwidth di Sangihe dan Sitaro
Melalui pengalihan tersebut, PTRO akan memiliki sebanyak-banyaknya 144,2 juta HMETD yang terdiri atas hak milik perseroan sendiri dan hasil pengalihan KJP.
Nilai investasi Petrosea diperkirakan mencapai Rp 721,14 miliar jika seluruh HMETD tersebut dieksekusi.
Tidak hanya itu, perseroan juga bersedia melakukan pemesanan saham tambahan dan menyiapkan komitmen dana maksimal Rp 580,9 miliar demi bertindak sebagai pembeli siaga.
Total eksposur investasi Petrosea dalam rights issue SINI pun berpotensi mencapai sekitar Rp 1,3 triliun.
Angka ini merupakan skenario maksimum apabila seluruh HMETD dilaksanakan dan komitmen pembeli siaga digunakan secara penuh.
Komitmen Pemegang Saham Pengendali dan Alokasi Dana
Dukungan terhadap aksi korporasi ini juga datang dari kelompok pemegang saham pengendali yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro).
Ketiganya berkomitmen melaksanakan sebagian HMETD dengan nilai sedikitnya Rp 900 miliar.
Dana yang terhimpun dari rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur bisnis SINI.
>>> KPK Tangkap Pejabat Imigrasi Jakarta Barat Terkait Pemerasan TKA
Sebanyak Rp 1,51 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 507,38 juta saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) atau setara 99,995% modal ditempatkan yang saat ini dimiliki Petrosea.
Selanjutnya, dana sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang kepada kreditur.
Adapun sisa dana akan dialokasikan demi memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan serta entitas anak.
Prospek Kepemilikan Saham dan Jadwal Transaksi
Melalui transaksi ini, Petrosea berpeluang memperkuat posisi strategisnya di SINI.
Jika seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD dan Petrosea menjalankan komitmennya, kepemilikan PTRO di SINI dapat meningkat menjadi 21,76% dari posisi saat ini yang berada di angka 0,25%.
Namun, apabila pemegang saham publik tidak mengeksekusi HMETD dan saham diserap oleh Petrosea selaku pembeli siaga, porsi kepemilikannya berpotensi melonjak hingga 28,39%.
Langkah ini sejalan dengan ekspansi induk usaha Petrosea, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk menguatkan ekosistem pertambangan terintegrasi.
Berdasarkan jadwal sementara, perdagangan HMETD SINI akan berlangsung pada 14-20 Juli 2026.
>>> Republik Kirgiz Resmikan Pusat Bisnis Pertama di Tamchy SFIT
Pembayaran penuh oleh pembeli siaga dijadwalkan pada 23 Juli 2026 setelah sebelumnya mengantongi persetujuan RUPSLB pada 26 Mei 2026.