Kawasan Investasi Keuangan Khusus Tamchy (Tamchy SFIT) di Republik Kirgiz resmi membuka pusat bisnis pertamanya. Peresmian berlangsung pada Rabu (3/6/2026) di tepi Danau Issyk-Kul.
Fasilitas ini dibangun untuk menampung kantor perusahaan pengelola. Selain itu, pusat bisnis juga mempersiapkan operasional bisnis dan penerimaan penghuni baru.
>>> Saham Chandra Asri Pacific Anjlok 13,95 Persen Akibat Aksi Jual Deras
Pusat bisnis setinggi beberapa lantai ini menyediakan berbagai ruang. Termasuk co-working space, ruang kantor, aula konferensi multifungsi, dan ruang pertemuan.
Total luas area mencapai 3.850 meter persegi. Restoran dan kafe dijadwalkan beroperasi dalam beberapa bulan mendatang.
Fasilitas dan Regulasi
Ketua Dewan Manajemen Tamchy SFIT, Ayaz Baetov, mengatakan pusat bisnis ini menandai dimulainya kehidupan operasional. Baetov juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman Republik Kirgiz.
>>> Perjuangan IVF 4 Artis Hollywood Hadapi Masalah Kesuburan
Sebelum peresmian, Dewan Manajemen telah merampungkan pembentukan perusahaan pengelola. Mereka juga menyetujui rencana pengembangan pusat keuangan dan mengadopsi paket awal regulasi.
Proses seleksi untuk posisi Ketua dan hakim di Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa juga tengah berjalan.
"Kami sedang membangun jembatan keuangan dan logistik antara pasar CIS, Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika," ujar Baetov.
>>> Pemerintah Cairkan Gaji Ke-13 PPPK Mulai Juni 2026
Tamchy SFIT didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 136 Republik Kirgiz pada 10 Juli 2025. Kawasan ini berada di lahan seluas 6.000 hektare di tepi Danau Issyk-Kul.
Penghuni kawasan akan beroperasi menggunakan prinsip hukum umum Inggris (English common law).
Mereka menikmati tarif pajak nol persen selama 49 tahun dan hak penuh untuk memulangkan keuntungan ke negara asal.
>>> Seres dan ByteDance Kolaborasi Luncurkan Merek Mobil Listrik Baru
Pengembangan kawasan ini ditargetkan menampung lebih dari 3.900 perusahaan pada tahun 2035. Proyeksi pertumbuhan ekonomi diharapkan menciptakan lapangan kerja baru bagi lebih dari 10.000 pekerja.
