Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menghadapi tantangan besar.
Tantangan tersebut terkait efisiensi, investasi, dan produktivitas.
>>> The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga pada Pertemuan Juni 2026
Hal ini disampaikan INDEF seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (16/6/2026).
Lembaga pemikir ekonomi itu menyoroti kesepakatan DPR RI dan pemerintah yang telah mengesahkan Kerangka Ekonomi Makro-Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
KEM-PPKF menjadi dasar penyusunan anggaran negara untuk tahun 2027. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang dinilai terlalu tinggi, yakni berkisar antara 5,8% hingga 6,5%.
Disiplin Fiskal dan Efisiensi Belanja
Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menekankan pentingnya efisiensi belanja negara.
>>> Ketahui Penyebab BPJS Kesehatan Nonaktif dan Cara Mengaktifkannya Kembali
Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan harus mampu menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih besar.
“Tentu arah kebijakannya harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan disiplin fiskal. Karena isunya adalah terkait dengan disiplin fiskal atau kredibilitas fiskal,” kata Rizal.
Ia menjelaskan bahwa pencapaian target pertumbuhan bergantung pada kemampuan pemerintah mengelola fiskal. Daya beli masyarakat, investasi, dan reformasi struktural tata kelola pemerintahan juga menjadi faktor penentu.
>>> Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair
“Tata kelola pemerintahan tidak hanya dari sisi fiskal, tetapi juga terhadap program-program strategis nasional yang selama ini dianggap menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Tantangan Makroekonomi
Indonesia menghadapi dua tantangan makroekonomi, baik eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, perlambatan ekonomi global akibat potensi kenaikan suku bunga bank sentral negara maju menjadi ancaman.
Tensi geopolitik, ketidakpastian harga energi dan pangan, serta fragmentasi perdagangan juga membayangi. Sementara dari dalam negeri, pelemahan daya beli kelas menengah menjadi perhatian.
Pemerintah disarankan melakukan inovasi untuk menciptakan nilai tambah.
>>> BGN Ubah Skema Insentif Satuan Pelayanan Gizi
Hal ini penting untuk mendorong produk domestik bruto di tengah ruang fiskal yang semakin menyempit pada tahun depan.