Tekanan pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akibat rebalancing MSCI dinilai telah berlalu.
Pergerakan ke depan diprediksi kembali dipengaruhi fundamental dan sentimen positif rencana pembagian dividen interim tiga kali pada 2026.
>>> Moonton Bagikan Kode Redeem ML 2 Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis
Pada perdagangan Jumat (29/5), saham BBCA terkoreksi 4,60% ke level Rp 5.700. Koreksi juga terjadi pada saham perbankan besar lain seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.
Namun pada sesi I Selasa (2/6), BBCA menguat 2,19% dengan net buy investor asing sekitar Rp 69,5 miliar.
Hal ini menandai meredanya tekanan jual.
>>> ENHYPEN Lanjutkan Karier Tanpa Heeseung, Siapkan Album Baru dan Tur Dunia
Analis: Koreksi Teknis, Fundamental Tetap Kuat
Analis Saham Trimegah Sekuritas Jonathan Gunawan menyatakan pelemahan BBCA Jumat lalu tidak mencerminkan perubahan fundamental. Koreksi lebih terkait penyesuaian portofolio investor institusi global mengikuti indeks MSCI.
“Jumat adalah hari terakhir sebelum perubahan indeks efektif, banyak fund pasif harus menyesuaikan bobot portofolio,” ujar Jonathan, Selasa (2/6).
BBCA yang likuid dan berbobot besar menjadi sasaran transaksi saat fund mengurangi eksposur Indonesia. Setelah rebalancing selesai, pergerakan saham kembali ditentukan fundamental, valuasi, dan aliran dana asing.
“Jika BBCA bertahan di atas Rp 5.700 dan foreign sell mereda, peluang rebound ke Rp 5.850–Rp 6.000 terbuka,” kata Jonathan.
>>> 3 Cara Kenali Orang Cerdas saat Diajak Mengobrol Santai
Sentimen positif juga datang dari rencana BCA membagikan dividen interim tiga kali pada 2026. Langkah ini dinilai sebagai komitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
“Setelah tekanan MSCI selesai, investor akan kembali melihat kualitas emiten. Fundamental BBCA masih solid,” ujar Jonathan.
Meski demikian, investor perlu mencermati arah IHSG dan aliran dana asing. Jika tekanan asing berlanjut, BBCA masih berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek.
>>> Garasi.id: Jangan Terlambat Jual Kendaraan Operasional Perusahaan
“Worst case dari sisi teknis MSCI sudah lewat. BBCA akan kembali diuji fundamentalnya yang masih menjadi salah satu terkuat di sektor perbankan,” pungkas Jonathan.