⌂ Beranda News Seskab Teddy Indra Wijaya Bantah Kritik Dino Patti Djalal soal Mobilitas Prabowo

Seskab Teddy Indra Wijaya Bantah Kritik Dino Patti Djalal soal Mobilitas Prabowo

Seskab Teddy Indra Wijaya Bantah Kritik Dino Patti Djalal soal Mobilitas Prabowo
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
A A Ukuran Teks16px

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai tingginya mobilitas luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Teddy, perjalanan internasional itu merupakan langkah strategis bagi presiden baru untuk membangun relasi global.

>>> MKI Usul Masa Transisi Tiga Tahun untuk Implementasi Permen KP

Dalam unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (2/6/2026), Teddy menjelaskan bahwa diplomasi menjadi krusial di tengah situasi global yang menghadapi krisis akibat peperangan di berbagai kawasan.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan.

Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, begitu pula sebaliknya," ujar Teddy.

Pihak istana membantah bahwa rangkaian perjalanan dinas tersebut sekadar bersifat seremonial. Teddy mengklaim kunjungan kerja itu telah membuahkan sejumlah hasil nyata bagi kepentingan nasional.

Beberapa capaian yang disebutkan meliputi peresmian Indonesia sebagai anggota penuh BRICS serta penyelesaian kemitraan ekonomi IEU-CEPA yang memberikan tarif 0% untuk ekspor produk Indonesia ke Uni Eropa.

Fasilitas bebas tarif ke 27 negara anggota Uni Eropa melalui perjanjian IEU-CEPA ini menyasar sektor padat karya seperti garmen, alas kaki, tekstil, hingga industri energi terbarukan dan kendaraan listrik.

>>> Cara Membaca Kode Saham Global: NASDAQ, IDX, dan Lainnya

Perjanjian tersebut menghapus tarif impor secara signifikan, sehingga 80% ekspor Indonesia dapat menikmati tarif 0%.

"Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.

Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun," ujarnya.

"Keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang, itu dari banyak sekali negara, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.

Kelima, program ibadah haji 2025 lalu dan khususnya tahun ini lancar, nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan."

Sebelumnya, Dino Patti Djalal melontarkan kritik dengan menyebut Prabowo sebagai kepala negara yang paling sering bepergian ke luar negeri di dunia.

>>> BPS Catat Nilai Impor Migas Indonesia Melonjak 82,52 Persen pada April 2026

Berdasarkan catatannya, satu dari setiap enam hari masa jabatan Prabowo dihabiskan di luar negeri.

Mantan diplomat itu menyoroti besarnya anggaran negara yang terserap untuk membiayai operasional rombongan, pesawat, akomodasi logistik, pengamanan, hingga uang harian delegasi pendamping.

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ujar Dino dalam unggahan di akun Instagram resmi.

Sebagai solusi alternatif, Dino menyarankan agar presiden mengoptimalkan komunikasi digital demi menghemat anggaran tanpa mengurangi substansi diplomasi.

Dino mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang tercatat sudah 17 kali berdialog via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa melakukan pertemuan bilateral secara langsung.

Menurut pengalaman Dino, agenda kunjungan bilateral sering kali hanya berpusat pada pembicaraan penting selama satu hingga dua jam, sementara sisa waktunya didominasi oleh acara seremonial.

>>> Asing Borong Saham DSSA, Harga Melesat 25% Sentuh ARA

"Jadi dengan satu video call yang bernilai 0 rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama," ujarnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru