"Konon, sewaktu menghadiri sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia Alexander Stubb meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo, tapi tidak pernah direspon," imbuh Dino.
Lebih lanjut, Dino menyarankan agar agenda kunjungan luar negeri diumumkan secara transparan ke publik minimal satu minggu sebelum hari keberangkatan.
Ia mencontohkan kunjungan spontan ke Pakistan dan Rusia saat banjir Sumatera terjadi yang dinilai kurang akuntabel.
"Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari-H. Kunjungan ke Pakistan dan Rusia sewaktu bencana banjir Sumatera dilakukan tanpa informasi apapun kepada publik," ujar Dino.
>>> Ruben Onsu Bantah Tudingan Hentikan Nafkah Anak, Ungkap Alasan Protes
Saran keempat dari Dino adalah meminta Presiden Prabowo untuk lebih banyak bertindak sebagai tuan rumah di dalam negeri selama satu tahun ke depan.
Ia merujuk pada strategi diplomasi yang diterapkan oleh Presiden China Xi Jinping di Beijing.
"Saya menganjurkan untuk satu tahun ke depan Presiden Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Inilah yang dilakukan Presiden Tiongkok Xi Jinping," kata Dino.
Terakhir, Dino meminta agar misi diplomatik yang bersifat taktis sepenuhnya diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
Langkah ini dinilai jauh lebih hemat karena delegasi Menlu hanya membutuhkan sedikit staf pendamping.
"Di sini Menlu Sugiono harus melepaskan diri sebagai bagian dari entourage Presiden.
Ingat, Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage presiden," tutur Dino.
Menanggapi rangkaian kritik dan saran tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya langsung memberikan klarifikasi tertulis via media sosial resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026).
"Karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal," kata Teddy.
Teddy menyampaikan apresiasi atas masukan mendalam dari komunitas hubungan internasional tersebut.
>>> Polda Jateng Ungkap Mantan Artis Jadi Tersangka Sindikat Penipuan Online di Solo Baru
Ia kemudian mengonfirmasi bahwa segala bentuk kelebihan biaya yang timbul dari rangkaian dinas luar negeri tersebut dikaver secara mandiri oleh Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana pribadi.