Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menahan sementara pergerakan kelompok mahasiswa di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Langkah ini diambil untuk mensterilkan jalur Sudirman-Thamrin yang menjadi rute prioritas tamu negara.
>>> Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,80 Triliun
Penundaan mobilisasi massa yang hendak menuju Patung Kuda memicu perlambatan arus lalu lintas di pertigaan Bendungan Hilir.
Kendaraan menuju Bundaran Hotel Indonesia dan Patung Kuda mengalami kepadatan, namun polisi belum memberlakukan pengalihan arus total.
"Teman-teman mahasiswa yang mengarah ke Patung Kuda sementara waktu kita minta menunggu sejenak di Benhil.
>>> Prabowo Ajak Jerman Perluas Investasi di Sektor Strategis Indonesia
Saat ini, pihak dari kepolisian sedang berupaya bernegosiasi maupun berkomunikasi dengan mereka," kata Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Robby Hefados.
Untuk mengurai penumpukan kendaraan, personel disiagakan mulai dari Simpang Susun Semanggi. Pengguna jalan menuju utara Jakarta diarahkan menggunakan rute alternatif melalui Slipi atau Kuningan.
"Kalau untuk rekayasa lalu lintas sejauh ini tidak ada," ujar Robby.
Pengamanan Kunjungan Presiden Jerman
Pengetatan jalur protokol ini bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di ibu kota.
>>> Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.703 per Dolar AS Jelang Keputusan BI Rate
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri memberikan atensi khusus agar massa aksi tidak mengganggu jalur VIP.
"Pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali," ujar Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio saat membacakan amanat Kapolda dalam apel gelar pasukan pengamanan.
Pengamanan difokuskan pada titik strategis seperti Halim Perdanakusuma, Jalan Sudirman, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Asia Afrika, hingga kawasan TVRI.
>>> Analis Ramal Saham BBRI Berpotensi Melesat Hingga 35 Persen
"Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP," kata Joko.