Kanker hati masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis modern. Banyak pasien baru mengetahui penyakitnya saat ukuran tumor sudah membesar.
Kondisi seperti ukuran tumor besar, jumlah lebih dari satu, atau posisi sulit dioperasi membuat opsi pengobatan kompleks.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.868,5 per Dolar AS pada 2 Juni 2026
Situasi ini sering ditemukan di Indonesia karena pasien datang saat fungsi hati menurun atau stadium kanker tidak memungkinkan operasi.
Operasi dan transplantasi hati selama ini dianggap sebagai terapi dengan peluang kesembuhan tertinggi.
Namun, perkembangan interventional oncology melalui terapi radioembolization Yttrium-90 (Y90) membuka harapan baru bagi pasien yang sulit dioperasi.
Cara Kerja Y90
Senior Consultant dari Singapore General Hospital, Assoc. Prof. Too Chow Wei, menjelaskan bahwa Y90 bekerja dengan menyalurkan radiasi langsung ke tumor melalui pembuluh darah.
"Kami menyuntikkan partikel radioaktif langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor," ujarnya.
Berbeda dengan radioterapi konvensional dari luar tubuh, metode Y90 memanfaatkan partikel mikroskopik bermuatan zat radioaktif Yttrium-90 yang dialirkan lewat kateter.
Radiasi lokal ini bekerja terarah dengan jangkauan pendek beberapa milimeter, sehingga melindungi jaringan organ sehat di sekitar tumor.
Mekanisme ini memungkinkan tim dokter memberikan dosis tinggi langsung pada area kanker tanpa merusak bagian organ hati yang masih berfungsi baik.
Masalah utama pada kanker hati bukan hanya ukuran tumor, tetapi kesiapan sisa hati pasien menopang fungsi tubuh pascaoperasi.
Terkadang tumor secara teori bisa diangkat, tetapi sisa hati sehat terlalu kecil sehingga memicu risiko gagal hati.
>>> BPS: Ekspor Indonesia Mei 2026 Melonjak 21,98 Persen Jadi US$ 25,30 Miliar
Menurut Assoc.
Prof. Too Chow Wei, terapi Y90 dapat mengecilkan sisi hati yang terkena tumor sekaligus merangsang pertumbuhan sisi hati yang sehat.
Proses ini dikenal sebagai future liver remnant (FLR), yang membuat pasien tidak layak operasi menjadi bisa dipertimbangkan untuk bedah.
"Pasien yang sebelumnya tidak punya cukup sisa hati, setelah Y90 bisa saja akhirnya memiliki cukup liver untuk dilakukan reseksi," katanya.
Pendekatan ini disebut conversion therapy, mengubah kondisi kanker yang awalnya tidak dapat dioperasi menjadi bisa ditangani secara kuratif.
Selain untuk persiapan bedah reseksi, metode Y90 juga digunakan sebagai downstaging guna mengecilkan tumor sebelum transplantasi hati.
Efek Samping Minimal
Penggunaan istilah radiasi sering memicu ketakutan akan efek samping berat seperti rambut rontok, lemas, dan rasa sakit berkepanjangan.
Namun, metode Y90 menunjukkan hasil berbeda. Mayoritas pasien diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah tindakan.
Keluhan yang umum muncul hanya rasa lelah, mual ringan, atau nyeri perut sementara. Komplikasi berat tergolong jarang terjadi.
>>> Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Secara Online