Sebelum prosedur, pasien wajib menjalani pemetaan pembuluh darah untuk memastikan partikel radioaktif tepat sasaran dan tidak bocor ke organ lain.
Proses ini menggunakan zat khusus untuk mendeteksi pola aliran darah ke tumor agar dokter bisa menghitung distribusi partikel secara akurat.
"Kalau mapping dilakukan dengan baik, risiko efek samping serius sebenarnya cukup rendah," jelasnya.
Akses Terapi di Indonesia
Akses pengobatan Y90 di Indonesia masih tergolong baru. Sebagian pasien sebelumnya harus bepergian ke luar negeri.
Tantangan meliputi biaya, fasilitas khusus, regulasi radiofarmaka, dan kebutuhan tim medis multidisiplin terlatih.
Assoc. Prof. Too Chow Wei menyebutkan Indonesia kini berada pada fase awal mengembangkan dan memperluas akses terapi Y90.
Edukasi berkelanjutan melalui forum ilmiah seperti Siloam Oncology Summit dinilai penting untuk mengenalkan teknologi ini kepada tenaga kesehatan domestik.
Langkah pengobatan kanker terus berkembang ke arah personalized treatment atau precision oncology yang disesuaikan dengan karakter penyakit pasien.
Meski teknologi maju, deteksi dini seperti USG berkala bagi penderita hepatitis kronis dan sirosis tetap menjadi faktor penentu utama.
Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi hadir sebagai rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara.
>>> Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Melemah pada 2 Juni 2026
Fasilitas ini menerapkan sistem Multidisciplinary Team (MDT) untuk layanan penanganan kanker terintegrasi, dari deteksi dini hingga pengobatan menyeluruh.