Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional diproyeksikan melonjak hingga US$1.500 per ton pada periode Juni hingga Desember 2026.
Proyeksi ini muncul dari sejumlah analis yang melihat faktor-faktor pendukung kuat di sisi penawaran dan permintaan.
Faktor Pendorong Kenaikan
Salah satu pendorong utama adalah potensi kenaikan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan tetap tinggi.
Selain itu, fenomena alam El Nino diprediksi kembali terjadi pada semester II-2026 dan mempengaruhi produktivitas perkebunan sawit.
Kebijakan domestik Indonesia juga menjadi motor penggerak. Pemerintah akan menerapkan program mandatori biodiesel sawit 50% (B50) mulai 1 Juli 2026.
Kebijakan B50 diperkirakan mengurangi volume pasokan minyak sawit di pasar global secara signifikan, sehingga mendorong harga lebih tinggi.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat prospek harga CPO pada paruh kedua 2026 terlihat bullish.