Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional diproyeksikan melonjak hingga US$1.500 per ton pada periode Juni hingga Desember 2026.
Proyeksi ini muncul dari sejumlah analis yang melihat faktor-faktor pendukung kuat di sisi penawaran dan permintaan.
>>> Saham AMMN Lepas dari Tekanan MSCI, Momentum Akumulasi Terbuka
Faktor Pendorong Kenaikan
Salah satu pendorong utama adalah potensi kenaikan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan tetap tinggi.
>>> itel Luncurkan VistaTab 30 GT dan VistaTab 30 Pro di Indonesia
Selain itu, fenomena alam El Nino diprediksi kembali terjadi pada semester II-2026 dan mempengaruhi produktivitas perkebunan sawit.
Kebijakan domestik Indonesia juga menjadi motor penggerak. Pemerintah akan menerapkan program mandatori biodiesel sawit 50% (B50) mulai 1 Juli 2026.
>>> Changan Nevo Q05 Meluncur di Thailand, Siap Ekspansi ke Indonesia
Kebijakan B50 diperkirakan mengurangi volume pasokan minyak sawit di pasar global secara signifikan, sehingga mendorong harga lebih tinggi.
>>> Elon Musk Akui Menderita dan Kesepian Tanpa Belahan Jiwa
Kombinasi faktor-faktor ini membuat prospek harga CPO pada paruh kedua 2026 terlihat bullish.