Harga bitcoin tercatat turun 4,6 persen dalam tujuh hari terakhir menjadi 73.397 dolar AS per Senin, 1 Juni 2026.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan meredanya volatilitas tajam yang biasa menyertai pergerakan aset kripto tersebut.
>>> Minum Vitamin Berlebihan Picu Gangguan Kesehatan dan Kerusakan Ginjal
Volatilitas Rendah Tanda Penguatan
Trace Mayer, investor bitcoin veteran dan pencipta Mayer Multiple, menilai penurunan volatilitas bukan indikasi kelemahan.
Menurutnya, hal itu justru menjadi bukti penguatan substansi ekonomi yang dimiliki bitcoin saat ini.
Mayer menjelaskan bahwa tingkat volatilitas yang lebih rendah menandai transisi bitcoin dari instrumen spekulatif menjadi aset yang layak dijamin oleh komite investasi, kantor keluarga, hingga korporasi besar.
"Untuk mendapatkan dukungan tersebut, Anda harus memiliki sesuatu yang benar-benar membosankan, seperti emas. Emas sangat membosankan dan itulah yang kita butuhkan," kata Mayer.
>>> Komdigi Jaga Persaingan Sehat di Tengah Gelombang Konsolidasi Telekomunikasi
Meski demikian, Mayer mengakui masih ada risiko yang membayangi masa depan bitcoin.
Salah satunya adalah potensi pelemahan keamanan jaringan jika harga bitcoin tidak naik cukup tinggi untuk membiayai operasional penambang.
Ancaman jangka panjang lain datang dari perkembangan teknologi komputer kuantum yang berpotensi memecahkan kunci kriptografi bitcoin.
Namun, Mayer menekankan ketahanan sistem karena hadiah penemuan celah keamanan fatal belum pernah diklaim hingga kini.
Mayer juga membandingkan ketahanan bitcoin dengan emas untuk jangka waktu 15 tahun ke depan.
>>> PT Taspen Cairkan Gaji Ke-13 Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026
Keunggulan bitcoin terletak pada kepastian jumlah pasokan yang tidak terpengaruh oleh kenaikan harga pasar.
"Dengan emas, harga yang lebih tinggi akan meningkatkan pasokan. Hal itu tidak terjadi pada bitcoin dan kita tidak tahu teknologi apa yang mungkin mengancam dominasi emas.
Kita bisa saja memiliki penambangan, robot AI yang menjelajahi lautan. Tetapi kita tahu bitcoin akan mencapai 21 juta koin," ungkap Mayer.
Kepastian total pasokan maksimal sebanyak 21 juta koin menjadi landasan utama argumen dominasi bitcoin atas emas di masa mendatang.
>>> Wings Air Buka Suara Soal Video Viral Cable Tie di Baling-Baling Pesawat
Hingga saat ini, proses penambangan bitcoin terus berjalan untuk mencapai batas total suplai tersebut.
