Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya kejujuran dalam mengevaluasi kondisi perekonomian Indonesia. Hal itu disampaikan dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat. Kesejahteraan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah besar.
>>> Promo Indomaret Khusus Member: Diskon Es Krim hingga 25% 28 Mei-3 Juni 2026
Evaluasi dan Kejujuran
Prabowo mengajak semua pihak untuk jujur melihat kenyataan yang ada. Ia menekankan perlunya keterbukaan dalam mengevaluasi sistem pembangunan yang berjalan.
"Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," ujar Presiden.
>>> Prabowo Dorong Ekonomi Berlandaskan Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat
Pemerintah membutuhkan sikap berani untuk mengidentifikasi berbagai hambatan nasional. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memperbaiki sistem ke depan.
Potensi Besar yang Belum Optimal
Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen terbesar dunia untuk berbagai komoditas alam. Mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, hingga kelapa sawit.
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Asmara dan Keuangan Hari Ini
Namun, hasil pemanfaatan kekayaan alam tersebut belum optimal dalam memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat domestik. Nilai tambah ekonomi lebih banyak mengalir ke pihak luar negeri.
"Terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri," tegas Prabowo.
>>> Pahami Bahasa Cinta Anak untuk Cegah Masalah Emosional
Ia menambahkan bahwa rakyat Indonesia terlalu lama hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri. Pernyataan ini menegaskan perlunya perubahan dalam pengelolaan sumber daya alam.