Kabar duka datang dari keluarga aktor dan komika Ardit Erwandha. Sang istri, Suci Asmarani, mengalami keguguran saat mengandung anak kedua mereka.
Informasi tersebut dibagikan Suci melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (27/5/2026). Unggahan itu menampilkan foto kenangan kehamilan, hasil USG, hingga potret bunga kuning di atas tanah.
>>> PP 20/2026 Batasi PT dan CV Gunakan PPh Final UMKM 0,5%
Dalam keterangannya, Suci mengungkapkan rasa duka mendalam. Ia menyebutnya sebagai patah hati terbesar dalam hidupnya.
"The time when I understood a new level of heartbreak and grief," tulis Suci melalui akun @suciasmarani.
Hingga saat ini, keluarga belum menjelaskan penyebab medis keguguran. Usia kandungan saat janin meninggal juga tidak dipublikasikan.
Dukungan dari Sesama Artis
Sejumlah rekan selebritas dan sahabat membanjiri kolom komentar. Mereka memberikan dukungan moral dan doa agar pasangan ini diberi kekuatan.
>>> Prabowo Berantas Kebocoran Anggaran Demi Pemerataan Ekonomi
Ernest Prakasa menyampaikan empati. "Suci maaf tadi terlalu bersemangat gara-gara liat foto USG maen lope lope aja.
Semoga lekas pulih lahir batin ya," ungkapnya.
Aktris Indah Permatasari juga memberikan kalimat penguat. "Allah akan beri yang terbaik buat Suci," katanya.
Fita Anggriani, pemeran film Home Sweet Loan, turut menyampaikan simpati. "Suci peluk jauh!!"
ujarnya.
>>> Frisian Flag Indonesia Gelar Kampanye Edukasi Nutrisi Anak di Bintaro
Secara medis, keguguran merupakan peristiwa traumatis yang sering terjadi di luar kendali ibu. Dr. Jessica Farren dari Imperial College London menjelaskan, hilangnya kendali membuat momen ini sulit dilupakan.
"Bagi beberapa perempuan, ini menjadi kali pertama mereka mengalami sesuatu yang di luar kendali.
Ini bisa menjadi peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan," kata Farren, sebagaimana dilansir dari HaiBunda melalui BBC.
Dampak psikologis keguguran dapat memicu trauma mendalam, rasa takut hamil lagi, hingga kecenderungan menyalahkan diri sendiri.
>>> Callum Turner dan Dua Lipa Resmi Menikah di London
Pemulihan emosional bisa diupayakan dengan memberi waktu bagi diri sendiri, mengekspresikan emosi, serta mencari dukungan dari suami dan keluarga.
