Mantan pemain bulu tangkis nasional, Greysia Polii, membagikan kabar duka kehilangan calon anak keduanya akibat keguguran. Kabar tersebut diungkap melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Perempuan berusia 38 tahun ini mengalami keguguran tepat sebelum mengikuti dan menyelesaikan kompetisi HYROX Incheon di Korea Selatan.
>>> Raja Emas Indonesia Terapkan Metode Cek Transparan dengan Teknologi XRF
Ia mendaftar sejak Desember 2025 dan rutin mempersiapkan kondisi tubuh.
Pada 19 April, Greysia mengetahui dirinya hamil anak kedua dari pernikahannya dengan Felix. “Rasanya campur aduk, kaget, bahagia, bersyukur,” tuturnya.
Memasuki usia kehamilan minggu ke-7, dokter menyatakan janin belum memiliki detak jantung. “5 Mei aku mau cari second opinion.
Dokter bilang kantungnya mengecil. Fetus mulai terlihat, tapi kemungkinan berkembang hanya sekitar 10-20 persen,” ungkap Greysia.
Beberapa hari setelah pemeriksaan, ia mengalami pendarahan hebat. “11 Mei, 8 minggu.
>>> Presiden Prabowo Subianto Temui Emmanuel Macron di Prancis
Dokter menyatakan ini keguguran dan kandungan tidak bisa dipertahankan,” tuturnya.
Melanjutkan Kompetisi di Tengah Pendarahan
Meski terpukul, Greysia memilih tetap mengikuti HYROX setelah mendapat izin dokter. “Aku kehilangan, tapi tidak ingin larut dalam kesedihan.
Setelah diizinkan dokter, besoknya aku langsung jogging,” jelasnya.
Persiapan hanya berlangsung tiga hari hingga kompetisi, dan ia masih terus mengalami pendarahan. “16 Mei, HYROX Incheon dimulai.
Selama kompetisi, aku masih pendarahan. Perut rasanya diputar-putar.
>>> Free Fire Hadirkan Kembali Bundle Legendary Eclipse Berdesain Futuristik
Aku bahkan muntah di run pertama,” ujar Greysia.
Ia berhasil mencapai garis finis dan mengaku proses itu menguatkan mentalnya. “Meski hati belum pulih, secara mental aku jadi sangat kuat.
Aku merasa seperti, ‘Nothing in this world can break me down’,” tuturnya.
Bagi Greysia, keguguran memberikan tekanan emosional yang tidak stabil. “Keguguran bukan hanya kehilangan janin.
Ada harapan, rencana, dan emosi naik-turun setiap hari,” ungkapnya. “Tapi aku belajar, hidup ini bukan milik kita.
>>> Pelajar SMA Tewas Tabrak Truk Mogok di Klaten
Tuhan yang kasih kehidupan, Tuhan juga yang mengizinkan itu pergi.”