⌂ Beranda News Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Transformasi Ekonomi

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Transformasi Ekonomi

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Transformasi Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai komandan upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (1/6/2026).

Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan peran Pancasila sebagai dasar falsafah negara, pemersatu bangsa, pondasi perdamaian dunia, serta basis pembangunan ekonomi nasional.

>>> Harga Emas Digital 1 Juni 2026 Melemah, Dipicu Pasar Global

Pancasila sebagai Pedoman Ekonomi

Prabowo menyatakan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan sesuai dengan nilai-nilai luhur dan tidak sekadar menghasilkan angka statistik semata.

Ia memaparkan kilas balik sejarah perumusan dasar negara serta tantangan nyata yang dihadapi oleh perekonomian domestik saat ini.

"Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila.

81 tahun lalu Bung Karno berdiri di hadapan BPUPKI, dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah RI," kata Prabowo.

Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri, lanjutnya.

Prabowo kemudian menghubungkan relevansi nilai-nilai tersebut dengan situasi geopolitik dan ekonomi global yang sedang mengalami ketidakpastian besar.

"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Pancasila harus diimplementasikan secara nyata dalam pengelolaan sistem ekonomi nasional, bukan sekadar menjadi pemanis seremonial.

"Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara," tutur Prabowo.

Kepala Negara juga mengajak seluruh pihak untuk mengevaluasi pemerataan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai Indonesia selama beberapa dekade terakhir.

"Selama beberapa dasawarsa terakhir, ekonomi Indonesia memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia secara adil?"

>>> Ashin Mayday Blusukan di Jakarta Usai Konser Reuni F4

ungkap Prabowo.

Lima Pilar Ekonomi Pancasila

Prabowo memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai produsen komoditas penting dunia, mulai dari sektor mineral hingga pemenuhan swasembada pangan.

Kendati demikian, Presiden menyoroti masalah pemanfaatan nilai tambah kekayaan alam yang selama ini dinilai lebih banyak mengalir ke luar negeri.

"Terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, terlalu lama sebagian nilai tambah atau sumber daya kita dinikmati di luar negeri," tegas Prabowo.

Ia menjabarkan lima pilar ekonomi Pancasila, dimulai dari ekonomi religius, ekonomi kemanusiaan, hingga pemenuhan gizi anak serta kesejahteraan petani dan nelayan.

"Kekayaan alam adalah amanah Tuhan YME yang harus dikelola secara bertanggungjawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," urai Prabowo.

Presiden menekankan pentingnya akses pasar yang adil bagi sektor produksi protein dan jaminan penghasilan layak bagi para pekerja.

"Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil," kata Prabowo.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru