Narasi di media sosial yang menyebutkan kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke area leher dapat memicu kanker tiroid dipastikan sebagai informasi keliru.
Penolakan terhadap isu yang meresahkan masyarakat ini disampaikan oleh Dr dr Diani Kartini SpBOnk, seorang dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, dilansir dari Detik Health.
>>> Cara Cek PIP 2026 Online Lewat Website SIPINTAR Kemendikdasmen
"Kalau menyemprotkan parfum untuk daerah leher itu sebuah hoax ya kalau untuk menyebabkan kanker tiroid," tegas dr Diani.
Pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada jaringan tiroid hingga membentuk tumor ganas merupakan penyebab terjadinya kanker tiroid.
Dokter Diani menyatakan bahwa mutasi sel tersebut belum diketahui penyebab pastinya secara absolut oleh dunia medis, namun parfum tidak termasuk dalam daftar faktor risiko yang terbukti ilmiah.
>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces 1 Juni 2026: Keuangan hingga Asmara
Faktor Risiko Kanker Tiroid
"Penyebab kanker tiroid hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risikonya. Salah satunya adalah paparan radiasi," urai dr Diani.
Terutama radiasi pada area kepala dan leher, misalnya dari pengobatan medis di masa kecil, yang dampaknya bisa muncul 10 hingga 20 tahun setelah paparan terjadi.
Cairan parfum yang diaplikasikan langsung pada kulit leher tidak memiliki kemampuan mengubah sel tiroid menjadi ganas.
Perubahan sel tersebut hanya dapat terjadi apabila area kulit leher sebelumnya telah memiliki riwayat kerusakan akibat paparan radiasi tinggi.
>>> Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS pada Awal Juni 2026
Penjelasan pakar ini didukung oleh data klinis global dari American Thyroid Association (ATA) serta International Agency for Research on Cancer (IARC).
Berdasarkan dokumen tersebut, radiasi pengion seperti riwayat radioterapi medis atau kecelakaan nuklir menjadi satu-satunya faktor risiko lingkungan yang terbukti konsisten memicu kanker tiroid.
Kandungan zat kimia atau wewangian dalam produk kosmetik standar di pasaran juga tidak terbukti memiliki sifat karsinogenik.
>>> Harga Minyak Brent Berisiko Turun Imbas Melemahnya Permintaan Global
Komponen kosmetik tersebut tidak dapat menembus maupun merusak kelenjar tiroid yang terletak di dalam leher.