⌂ Beranda News Meta Luncurkan Layanan Berlangganan Berbayar Meta One untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp

Meta Luncurkan Layanan Berlangganan Berbayar Meta One untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp

Meta Luncurkan Layanan Berlangganan Berbayar Meta One untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp
Ilustrasi layanan berlangganan Meta One untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp
A A Ukuran Teks16px

Meta resmi meluncurkan layanan berlangganan berbayar bernama Meta One pada Rabu, 27 Mei 2026. Layanan ini mencakup platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Langkah ini diambil perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg untuk memperluas fitur premium dan penawaran kecerdasan buatan (AI). Meta juga ingin mendiversifikasi pendapatan yang selama ini bertumpu pada iklan digital.

>>> Senator Republik Desak Trump Batalkan Dana Kompensasi 1,8 Miliar Dolar

Fitur dan Harga Layanan Plus

Pengguna kini dapat mengakses Facebook Plus dan Instagram Plus seharga 3,99 dolar AS per bulan. Sementara WhatsApp Plus dibanderol 2,99 dolar AS per bulan.

Layanan Plus menawarkan fitur visual khusus seperti wawasan pemirsa, kontrol Story yang diperluas, kustomisasi profil, tema aplikasi, dan pin obrolan tambahan.

Fitur ini menyasar konten kreator dan pengguna intensif.

Selain itu, Meta menguji coba paket AI khusus dengan tarif 7,99 dolar AS dan 19,99 dolar AS per bulan.

Uji coba dilakukan di Singapura, Guatemala, dan Bolivia untuk akses daya komputasi tingkat tinggi.

>>> POPSI Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Ekspor Sawit Satu Pintu

Reaksi dan Dampak

Rencana monetisasi ini memicu perdebatan di kalangan analis Wall Street dan komunitas pengguna.

Banyak yang menilai langkah ini mengikis komitmen awal Meta yang berjanji menggratiskan WhatsApp selamanya sejak akuisisi tahun 2014.

Laporan keuangan kuartal pertama Meta menunjukkan hampir 98 persen dari total pendapatan sebesar 56,3 miliar dolar AS berasal dari iklan digital.

Anak perusahaan Reality Labs yang fokus pada perangkat keras bahkan mencatat kerugian operasional lebih dari 80 miliar dolar AS sejak akhir 2020.

Manajemen Meta menolak memberikan komentar tambahan terkait proyeksi pendapatan jangka panjang dari bundel berbayar ini.

>>> China Perketat Regulasi Ekonomi Platform, Targetkan Persaingan Sehat

Analis dari Emarketer, Max Willens, mengatakan bahwa sukses di satu bisnis saja sudah sulit, apalagi dua.

Ia menambahkan bahwa tekanan korporasi untuk mempertahankan bisnis baru di luar iklan digital sangat berat karena skala bisnis utama Meta yang raksasa.

Willens menilai dorongan langganan ini bisa sukses jika diposisikan sebagai alat bantu untuk ekosistem periklanan daring, bukan sebagai lini bisnis mandiri.

Head of Product Meta, Naomi Gleit, mengatakan dalam unggahan video bahwa peluncuran ini mencakup fitur personalisasi untuk meningkatkan interaksi audiens.

Ia juga menegaskan bahwa skema langganan ini dirancang terintegrasi di bawah payung brand Meta One.

>>> Pemerintah Bantah Isu Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia

Meta menyatakan bahwa seluruh layanan baru ini berada di luar produk Meta Verified yang sudah ada. Peluncuran global direncanakan dalam beberapa pekan mendatang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru