Penampilan buruk Chet Holmgren menjadi sorotan utama setelah Oklahoma City Thunder tersingkir oleh San Antonio Spurs pada Game 7 Final Wilayah Barat, Sabtu waktu setempat.
Pebasket setinggi 216 cm yang masuk Tim Ketiga All-NBA itu hanya mencetak empat poin dan empat rebound dalam laga penentu yang mengakhiri musim Thunder.
>>> Cara Klaim Saldo DANA Kaget dengan Mudah dan Aman
Holmgren tercatat hanya melepaskan dua tembakan sepanjang 36 menit di lapangan, yang seluruhnya terjadi pada empat penguasaan bola awal Oklahoma City.
Keterbatasan kontribusi ofensifnya diduga akibat keengganan berhadapan langsung dengan bintang Spurs, Victor Wembanyama, di area pertahanan.
>>> San Antonio Spurs Tekuk Oklahoma City Thunder di Game 7, Lolos ke NBA Finals
Situasi diperparah absennya Jalen Williams dan Mitchell, membuat lini serangan Thunder kehilangan arah saat Shai Gilgeous-Alexander tidak memegang bola.
Kegagalan bersinar di laga krusial ini memicu spekulasi perdagangan di media sosial, terutama karena Holmgren baru menandatangani perpanjangan kontrak maksimal lima tahun senilai 239 juta dolar AS yang mulai berlaku musim depan.
Di sisi lain, kemenangan Spurs juga terbantu performa solid pemain cadangan mereka. Pemain muda Steph Castle memuji kontribusi Carter Bryant yang menjaga tekanan pertahanan tetap tinggi.
>>> BPH Migas Temukan Truk Modifikasi Penyalahguna BBM Subsidi di Jepara
"For him to be a rookie and come in and there's no dropoff defensively. That alone says a lot," kata Castle.
Ia menambahkan bahwa setiap penguasaan bola sangat berarti di playoff.
>>> San Antonio Spurs ke Final NBA Usai Kalahkan Thunder di Game 7
Keberhasilan meredam pergerakan lawan membawa Spurs asuhan Mitch Johnson melangkah ke partai puncak menghadapi juara Wilayah Timur, New York Knicks, pada Game 1 hari Rabu mendatang.