Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim memberikan klarifikasi mengenai negosiasi antara pemerintah federal dan pemerintah Sabah terkait peninjauan hak hibah khusus 40 persen berdasarkan Perjanjian Malaysia 1963 (MA63).
Klarifikasi itu disampaikan dalam kunjungannya ke Sabah pada Sabtu, 30 Mei 2026. Langkah tersebut diambil sebagai komitmen pemerintahan Madani untuk memperkuat pembangunan di wilayah Sabah dan Sarawak.
>>> Danone SN Indonesia Edukasi Orang Tua soal Kesehatan Saluran Cerna Anak
"I will explain that tomorrow in Sabah.
I will go to Sabah," ujar Anwar Ibrahim setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Saidina Hamzah, Kuala Lumpur, pada Jumat, 29 Mei 2026.
>>> Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 2026 Secara Online Lewat HP
Peningkatan Pembayaran Interim
Kunjungan ini juga membawa kepastian peningkatan pembayaran interim khusus untuk Sabah yang kini dinaikkan menjadi RM1,5 miliar.
Komitmen peningkatan dana ini dinilai sebagai bukti nyata dari keseriusan pemerintah federal terhadap pemenuhan hak-hak Sabah.
>>> Majelis Etik Ombudsman Perpanjang Tenggat Pembelaan Hery Susanto
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Datuk Armizan Mohd Ali menyatakan bahwa pemerintah federal tetap berkomitmen memperbaiki posisi resmi pemerintahan terdahulu.
Langkah ini termasuk menjalankan peninjauan ulang terhadap hak hibah khusus 40 persen milik Sabah tersebut.
>>> Momogi Group Luncurkan Hatago, Camilan Jagung Sehat Porsi Terkontrol
Armizan, yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, menambahkan bahwa komitmen ini sejalan dengan pendirian Anwar Ibrahim yang mengakui hak-hak Sabah sebagaimana yang telah diatur di dalam Konstitusi Federal.