Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar, gagal menjadi anggota Paskibraka Nasional di Istana Negara. Namun, ia justru memperoleh beasiswa penuh untuk studi S1 di China.
Langkah Cathlyn terhenti setelah namanya dicoret secara sepihak dari daftar calon Paskibraka Nasional. Kasus ini memicu kegaduhan luas akibat dugaan ketidaktransparanan dalam proses penilaian akhir.
>>> DPR Kumpulkan BI dan Kemenkeu untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Padahal, siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar tersebut sebelumnya diproyeksikan lolos ke tingkat pusat. Ia berhasil mengamankan posisi tiga besar sejak awal seleksi.
Polemik di media sosial memicu simpati publik dan kecaman warganet. Banyak pihak menilai rekam jejak prestasi dan kemampuan akademis Cathlyn seharusnya menjadi indikator utama.
Kesbangpol Sulawesi Selatan membantah adanya pergantian peserta ilegal. Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, menyatakan panitia daerah belum mengumumkan tiga nama finalis untuk tingkat nasional.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, angkat bicara mengenai hasil pemeriksaan kesehatan Cathlyn. Tim seleksi menyatakan Cathlyn memiliki gangguan ketajaman penglihatan dan telapak kaki rata (flat foot).
>>> Cara Cek Bansos BPNT Juni 2026 Lewat HP, Ketahui Status Penerima
Kondisi fisik tersebut membuat Cathlyn terlempar dari 10 besar kategori seleksi pimpinan. Tempatnya digantikan kandidat lain.
Meski gagal ke Istana Negara, rezeki lain menghampiri Cathlyn.
Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP INTI) memberikan dukungan moril dan materiil sebagai penghargaan atas nilai keadilan dan kebhinekaan.
PP INTI resmi memberikan beasiswa S1 penuh (full scholarship) di China untuk Cathlyn. Sekretaris Jenderal PP INTI, Hardy Stefanus, menjelaskan beasiswa tahunan ini bersifat fully funded.
Cathlyn memiliki segudang pencapaian gemilang.
>>> Aprilia Racing Resmi Gandeng Monster Energy Mulai MotoGP Italia 2026
Ia pernah memenangkan Medali Emas Pekan Olimpiade Sains Nusantara (POSN) 2024 dan Medali Emas International Science and Invention Fair (ISIF) 2024.
Cathlyn juga meraih Medali Perak ISIF 2025 serta Medali Perunggu Senior High School Olympiad 2025.
Selain unggul sains dan bahasa Mandarin, ia mahir catwalk, piano, dan public speaking dalam bahasa Inggris dan Mandarin.
Program beasiswa ini membuka kesempatan kuliah di universitas top dunia. China menjadi tujuan studi bagi lebih dari 15 ribu pelajar Indonesia sejak 2021.
>>> Apple Gandeng Google dan NVIDIA untuk Siri AI Terbaru
Kampus pilihan Cathlyn antara lain Peking University peringkat 14 dunia, Tsinghua University peringkat 17 dunia, Fudan University, Shanghai Jiao Tong University, Zhejiang University, dan Nanjing University.