⌂ Beranda News EBITDA PT BUMA Internasional Grup Tbk Melesat 98 Persen pada Kuartal I-2026

EBITDA PT BUMA Internasional Grup Tbk Melesat 98 Persen pada Kuartal I-2026

EBITDA PT BUMA Internasional Grup Tbk Melesat 98 Persen pada Kuartal I-2026
Grafik kenaikan EBITDA PT BUMA Internasional Grup Tbk kuartal I 2026
A A Ukuran Teks16px

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) membukukan kenaikan EBITDA sebesar 98 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

EBITDA perusahaan mencapai US$ 28 juta, naik dari US$ 14 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Harley-Davidson Luncurkan Platform Brand RIDE untuk Segarkan Identitas Global

Margin EBITDA juga meningkat dari 5 persen menjadi 11 persen. Pencapaian ini terjadi di tengah tantangan musiman berupa curah hujan tinggi.

Pendapatan perusahaan tercatat US$ 318 juta, turun 10 persen year-on-year. Penurunan ini sejalan dengan pengurangan portofolio kontrak aktif.

Meski pendapatan menurun, harga jual rata-rata (ASP) dari bisnis kontraktor pertambangan tumbuh 3 persen.

Kenaikan ini didorong oleh porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi dan penyesuaian tarif berjenjang.

>>> Kementerian PU Kejar Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026

Kerugian bersih DOID berhasil ditekan 66 persen menjadi US$ 24 juta, dari sebelumnya US$ 70 juta. Perbaikan ini dipengaruhi oleh pemulihan EBITDA dan faktor non-operasional.

Faktor non-operasional tersebut meliputi keuntungan US$ 12 juta dari penjualan aset lahan serta berkurangnya kerugian investasi dari 29Metals sebesar US$ 12 juta.

Perusahaan juga tidak lagi mencatat pencadangan piutang di Australia yang tahun lalu mencapai US$ 4 juta.

Belanja modal pada kuartal pertama mencapai US$ 20 juta, digunakan untuk menjaga keandalan armada produksi.

Arus kas bebas berbalik positif menjadi US$ 2 juta, berbanding terbalik dengan minus US$ 19 juta pada kuartal I-2025.

>>> idEA: Harmonisasi Revisi Permendag 31/2023 dan Aturan Baru Kementerian UMKM Sangat Penting

Perbaikan arus kas didukung penerimaan US$ 17 juta dari pelepasan lahan dan realisasi belanja modal yang lebih rendah.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menyatakan pemulihan yang dibangun sepanjang 2025 terus berlanjut.

"EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan meskipun pendapatan lebih rendah, didukung oleh disiplin biaya yang lebih kuat dan peningkatan produktivitas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin operasional tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari. Perusahaan juga telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter expert terpusat untuk memperdalam keahlian fungsional.

>>> Krisis Pemain Bayangi Kawasaki Frontale Jelang Laga Kontra Sanfrecce

Hingga April 2026, volume produksi batu bara DOID mencapai 5,9 juta ton. Perusahaan optimistis memasuki kuartal operasional yang lebih kering dengan fokus pada eksekusi yang solid.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru