⌂ Beranda News PT BUMA Internasional Grup Tbk Catat Lonjakan EBITDA 98% di Kuartal I-2026

PT BUMA Internasional Grup Tbk Catat Lonjakan EBITDA 98% di Kuartal I-2026

PT BUMA Internasional Grup Tbk Catat Lonjakan EBITDA 98% di Kuartal I-2026
Laporan keuangan PT BUMA Internasional Grup Tbk kuartal I-2026
A A Ukuran Teks16px

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatatkan lonjakan EBITDA sebesar 98 persen pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2026.

EBITDA perusahaan mencapai US$28 juta, meningkat dari US$14 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Roket New Glenn Blue Origin Meledak, Misi Bulan NASA Terancam

Pencapaian ini diumumkan di Jakarta pada Sabtu (30/5/2026) melalui laporan kinerja keuangan yang dirilis perseroan.

Margin EBITDA Meningkat Meski Pendapatan Turun

Margin EBITDA perseroan naik menjadi 11 persen, dibandingkan 5 persen pada kuartal I-2025.

Meskipun demikian, pendapatan perusahaan menurun 10 persen menjadi US$318 juta, sejalan dengan portofolio aktif yang lebih kecil.

Di sisi lain, rugi bersih berhasil diperbaiki 66 persen menjadi US$24 juta, dari rugi bersih US$70 juta pada kuartal I-2025.

>>> Manfaat Tes Buta Warna yang Viral di Media Sosial

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menjelaskan bahwa pencapaian kuartal ini tetap terjaga meskipun melewati periode curah hujan tertinggi.

Menurut Iwan, pemulihan yang dibangun sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh tantangan.

EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan didukung oleh disiplin biaya yang lebih kuat dan peningkatan produktivitas.

Manajemen menambahkan bahwa berakhirnya puncak musim hujan pada Februari memberikan landasan operasional yang lebih kuat.

Perusahaan juga telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter expert terpusat untuk memperdalam keahlian fungsional di setiap operasi.

>>> Rico Waas Perintahkan Perbaikan Akses Jalan TPU Marelan

Fokus ke depan adalah eksekusi yang solid seiring memasuki kuartal operasional yang lebih kering.

Data operasional menunjukkan volume overburden removal turun 12 persen menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM).

Produksi batu bara juga turun 20 persen menjadi 15 juta ton akibat berakhirnya kontrak di site Binungan dan site Burton.

Namun, pemulihan operasional berlanjut hingga April 2026 dengan volume pengupasan lapisan tanah penutup gabungan naik menjadi 34,3 MBCM.

>>> Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik pada 30 Mei 2026

Produksi batu bara April mencapai 5,9 juta ton, berada di atas rata-rata bulanan kuartal pertama.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru