Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasarkan data pasar, rupiah ditutup turun 35 poin ke level Rp17.880 per dolar AS.
>>> Harga Bekas Innova Reborn Diesel Tahun Muda dan Spesifikasinya
Sebelumnya, mata uang Garuda sempat merosot hingga 55 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.845 per dolar AS.
Kondisi serupa juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI).
>>> Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi Meski Rupiah Terpuruk ke Rp17.850
Pada hari yang sama, kurs Jisdor melemah ke posisi Rp17.883 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.789 per dolar AS.
Faktor Eksternal Jadi Pemicu
Pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian global yang masih berlanjut. Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi nilai tukar.
>>> Minat Mobil Konvensional Tinggi, Honda City Sedan Tawarkan Efisiensi BBM
Tekanan geopolitik ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Respons Bank Indonesia
Menghadapi situasi tersebut, Bank Indonesia terus bersiaga dan mengambil langkah-langkah preventif. Otoritas moneter menerapkan kebijakan yang konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas rupiah.
>>> Cara Mudah Daftar BPJS Kesehatan Online Tanpa ke Kantor Cabang
Langkah ini juga bertujuan menopang ketahanan eksternal sistem perekonomian nasional di tengah gejolak global.