⌂ Beranda News Hormon dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil

Hormon dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil

Hormon dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil
Ibu hamil merasakan perut kembung akibat gangguan pencernaan
A A Ukuran Teks16px

Perubahan tubuh selama kehamilan memengaruhi sistem pencernaan secara signifikan. Banyak ibu hamil mengeluhkan perut terasa penuh, mudah kembung, sering bersendawa, hingga gas berlebih.

Gejala ini umumnya muncul pada trimester pertama dan ketiga. Fenomena tersebut terjadi karena tubuh beradaptasi dengan fluktuasi hormon dan perkembangan janin.

>>> MSCI Bekukan Perubahan Saham GOTO Akibat Likuiditas Rendah

Penyebab Gangguan Pencernaan

Pertumbuhan janin membuat ruang di perut semakin sempit.

Ahli persalinan Sheri Bayles, RN, dari New York menjelaskan bahwa usus menjadi sesak sehingga pencernaan tidak teratur dan memicu kembung serta gas.

>>> PBB Anugerahi Penghargaan Dua Pasukan Perdamaian Indonesia yang Gugur

Selain desakan fisik, hormon kehamilan juga memengaruhi kinerja saluran pencernaan. Akibatnya, sendawa berlebihan, perut bergas, dan heartburn lebih sering terjadi.

Kondisi ini bisa diperburuk oleh pola makan, terutama konsumsi makanan pemicu gas seperti minuman bersoda, makanan pedas, produk susu, biji-bijian utuh, dan sayuran cruciferous (brokoli, kembang kol, kubis Brussel, kubis).

Cara Meredakan Gejala

Ibu hamil disarankan mengubah pola makan menjadi porsi kecil tapi lebih sering agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.

>>> POPSI Usul Danantara Jadi Pengawas Sistem Perdagangan Sawit Nasional

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki 20 menit setelah makan malam juga membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi gas, asal tidak ada batasan olahraga dari tenaga kesehatan.

Jika heartburn sering muncul malam hari, posisi tidur bisa disesuaikan. Tidur dengan kepala ditopang bantal tambahan atau kaki sedikit lebih tinggi dapat mengurangi tekanan pada usus.

>>> No Na dan Tiara Andini Tembus Forbes 30 Under 30 Asia 2026

Bila keluhan tidak mereda, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keamanan penggunaan obat anti-gas selama kehamilan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru