⌂ Beranda News IHSG Menguat ke Level 6.217,8 pada Perdagangan Sesi I

IHSG Menguat ke Level 6.217,8 pada Perdagangan Sesi I

IHSG Menguat ke Level 6.217,8 pada Perdagangan Sesi I
Grafik IHSG menguat
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 87,69 poin atau 1,43 persen ke level 6.217,8 pada perdagangan sesi I, Jumat (22/5/2026).

Pergerakan positif ini terjadi di luar dugaan pasar modal.

>>> Paris Saint-Germain Diunggulkan Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions

Melonjaknya indeks berbanding terbalik dengan proyeksi sejumlah sekuritas.

CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memprediksi pergerakan variatif cenderung melemah pada kisaran support 6.065-6.000 dan resist 6.195-6.260.

Proyeksi serupa juga dikeluarkan oleh BRI Danareksa Sekuritas yang melihat potensi konsolidasi melemah dengan resistance di 6.240 dan support di 6.060.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang 6.000-6.200 untuk perdagangan Jumat (29/5/2026).

>>> Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik Satu Bulan

Sentimen Positif Global

Sejumlah sentimen negatif awalnya membayangi pergerakan indeks, mulai dari depresiasi nilai tukar rupiah, aksi jual oleh investor asing, hingga rebalancing indeks MSCI.

Namun, laju IHSG justru berbalik menguat bersama bursa regional Asia yang didorong oleh sentimen eksternal global.

Berdasarkan analisis Pilarmas, penguatan pasar regional ditopang oleh laporan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Optimisme pasar meningkat setelah adanya laporan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk melanjutkan negosiasi program nuklir Teheran dan pengiriman melalui Selat Hormuz.

>>> IHSG Melesat ke 6.217 Didorong Sentimen Positif Bursa Asia

"Kondisi ini tentunya meredakan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan di Timur Tengah dan memberikan sentimen risiko global membaik terkait dengan meredanya ketegangan di Timur Tengah," tulis Pilarmas.

Dari dalam negeri, penguatan indeks pada sesi I turut disokong oleh kenaikan emiten konglomerasi.

Di sisi lain, para pelaku pasar tetap mencermati tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta volatilitas menjelang implementasi rebalancing indeks MSCI.

Aktivitas pasar pada sesi I mencatat saham BREN, CUAN, BHAT, BUVA, dan BRPT sebagai jajaran yang mengalami kenaikan terbesar.

>>> Erajaya Digital Luncurkan Dua Warna Baru Marshall Emberton III

Sebaliknya, penurunan terdalam dialami oleh saham ASPR, TALF, MGNA, PMUI, dan UNIC.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru